DEMOCRAZY.ID – Kapolri Listyo Sigit mengaku akan memimpin aksi demonstrasi jika pensiun.
Itu jika Desk Ketenagakerjaan Polri tidak berjalan optimal.
Hal tersebut diungkapkan Listyo ketika sambutan saat peresmian Gedung Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Abdul Gani (KSPSI AGN) Jawa Timur (Jatim) di Surabaya, Jumat (21/8).
“Revisi Undang-Undang Cipta Kerja peran Desk Ketenagakerjaan Polri bisa masuk di dalamnya. Karena ini menjadi bagian dari menjaga komitmen yang sudah terbangun,” kata Listyo di depan puluhan buruh.
Listyo mengatakan, Desk Ketenagakerjaan Polri bakal mengawal permasalahan yang dihadapi buruh.
Dia pun mengingatkan kepada calon Kapolri penggantinya agar melanjutkannya.
Bahlan, dia mengaku akan turun langsung memimpin demo jika diperlukan.
“Saya sudah sampaikan ke calon-calon Kapolri nanti kalau saya sudah pensiun. Kalau Desk Ketenagakerjaan itu gak bekerja optimal, saya akan turun memimpin demo, setuju ya?,” ujarnya.
Meski begitu, dia merasa yakin Desk Ketanagkerjaan Polri akan terus eksis.
“Saya yakin teman-teman juga akan menunjukkan bahwa Desk Ketenagakerjaan akan selalu ada, dari keinginan institusi Polri untuk terus bersama mendampingi teman-teman buruh,” imbuhnya.
Listyo turut menyinggung terkait tenggat penyelesaian revisi UU Cipta Kerja pada 30 Oktober 2026 mendatang.
Dia meyakini pembahasannya perlu dikawal buruh.
“Ya, kami juga tentunya menyadari dan memahami keresahan dari rekan-rekan buruh sehingga kemudian ini harus dikawal ketat, kan begitu tadi,” ucapnya.
Menurutnya, buruh dapat menyuarakan aspirasi dengan turun ke jalan. Meski begitu, dia menekankan agar tertib.
“Saya selalu sampaikan langkah konstruktif sudah dibangun dari awal. Saya pesan semua dilaksanakan dalam koridor yang tertib, konstruktif, kalaupun besar juga harus tertib,” pungkasnya.