DEMOCRAZY.ID — Pengamat politik senior Rocky Gerung melontarkan pandangan tajam terhadap posisi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, di dalam jajaran Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam keterangannya di kanal YouTube Total Politik, dikutip Kamis (13/8/2026), Rocky menyebut politisi yang akrab disapa Ara tersebut sebagai figur “buangan” dari PDI Perjuangan (PDIP).
Rocky berpendapat bahwa kehadiran Maruarar di kabinet tidak menjadi soal bagi Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai, status tersebut justru memberikan fleksibilitas politik tersendiri bagi kepala negara apabila di kemudian hari kinerja sang menteri dinilai tidak optimal.
“Ya menteri Prabowo, Ara menteri Prabowo. Ya. Sebagai apa di situ, kan sebagai buangan dari PDIP. Jadi Prabowo menerima buangan gitu,” ujar Rocky.
“Bagi Prabowo ya enggak apa-apa. Nanti satu waktu kalau Ara gagal ya gua akan bilang itu kader PDIP dari awal,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Rocky melayangkan kritik terhadap efektivitas kebijakan perumahan yang dijalankan oleh Maruarar.
Ia meragukan dampak langsung yang dirasakan masyarakat dan menyoroti publisitas yang diberikan terhadap program-program kementerian, termasuk program akad massal 62.000 rumah subsidi yang sempat dipamerkan ke publik.
“Pasti gagalah. Ya kan orang tunggu impact-nya apa dari kebijakan Ara ini,” tegas Rocky.
“Tetapi itu dipamerkan, itu masalahnya, artinya gagal, kalau berhasil ngapain dipamerkan,” tandasnya.
Sebagai pengingat, Maruarar Sirait sebelumnya memutuskan keluar dari PDI Perjuangan pada Januari 2024 lalu dengan menyerahkan KTA partai ke Kantor DPP PDIP, dengan alasan ingin mengikuti garis politik mantan Presiden Joko Widodo, sebelum akhirnya bergabung dengan Partai Gerindra yang dipimpin oleh Prabowo Subianto.
Di sisi lain, terlepas dari kritik yang dilayangkan para pengamat terhadap gaya komunikasi politik dan publikasinya, sejumlah kebijakan strategis yang diusung oleh Kementerian PKP di bawah kepemimpinan Maruarar turut diapresiasi oleh berbagai kalangan masyarakat.
Beberapa program prioritas yang digulirkan guna meringankan beban Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) meliputi: