DEMOCRAZY.ID – Ekonom Universitas Hasanuddin, Prof Marzuki ragu Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih bisa cepat balik modal. Bahkan sampai lima tahun ke depan.
Tiap Kopdes Merah Putih bakal mendapat dana talangan Rp3 miliar.
Itu sebelumnya disampaikan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota.
“Sepertinya secara hitungan bisnis atau finansial akan sulit direalisasi dalam rentang waktu hampir 5 tahun,” kata Marzuki, Kamis (13/8/2026).
Perkiraan lima tahun tersebut, bahkan belum menghitung biaya operasional dan lainnya. Sehingga perkiraannya bisa lebih lama.
“Inipun diasumsi belum memperhitungkan biaya operasional dan biaya lainnya,” ucapnya.
Jika semua itu dihitung, waktunya bisa lebih lama. Apalagi jika hanya mengandalkan dari penjualan komoditas subsidi.
“Kemudian, apabila memperhitungkan biaya operasional dan marjin laba bersih riil hanya dari komoditas bersubsidi yang sangat tipis, maka periode pengembalian modal akan memakan waktu cukup lama,” ungkapnya.
Marzuki menilai, sejak awal proyek tersebut berisiko secara bisnis.
“Sehingga kelayakan investasi proyek ini berdasarkan parameter yang ada bisa dikatakan sangat rendah dan cukup berisiko,” ucapnya.
Risiko tersebut, bisa ditangani jika ditopang subsidi operasional berkelanjutan. Selain itu dengan cara lini bisnis yang lebih beragam.
“Atau diversifikasi lini bisnis komersial non-subsidi yang lebih variatif dan prospektif, serta manajemennya mampu berkreasi secara bertanggungjawab untuk memanfaatkan peluang bisnis yang spesifik sesuai potensi di mana Kopdes tersebut berlokasi,” jelasnya.
Marzuki juga menegaskan pentingnya mengikuti aturan yang ada.
“Dan yang lebih penting, sebaiknya beberapa aturan dan ketetapan yang diberkakukan saat ini, masih dapat disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan yang dihadapi masing-masing Kopdes,” ungkapnya.
Dia memberi gambaran, seperti pembatasan target yang harus direalisasi, jangan dipaksakan secara kaku.
“Target-target kegiatan usaha masing-masing Kopdes tidak harus dipaksakan sesuai ketentuan yang ada, jadi bisa disesuaikan berdasarkan potensi usaha yang bisa dikembangkan masing-masing Kopdes,” paparnya.
Termasuk, kata dia, manajemen pengelolanya merupakan anggota Kopdes yang mempunyai kemampuan manajerial yang baik dan profesional.
Serta berusaha merekrut TK dari masyarakat lokal dimana Kopdes beroperasi.
“Artinya, aturan atau ketentuan yang saat ini berlaku sebaiknya masih bisa disesuaikan dan tidak bersifat generik untuk semua Kopdes yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” pungkasnya.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao ANgelo De Sousa Mota sebelumnya mengatakan, anggaran tiap desa atau kelurahan untuk Kopdes Merah Putih mencapai Rp3 miliar.
“Agrinas ini untuk tiap desa itu dialokasikan Rp3 miliar tiap desa,” kata Joao di Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Anggaran tersebut, tidak hanya untuk bangunan.
Tapi juga untuk sarana dan prasarana, hingga kendaraan operasional seperti mobil pikap, truk, dan sepeda motor.
Semua Kopdes Merah Putih nantinya juga akan dilengkapi sistem rak, point of sales, pendingin ruangan, hingga kamera pengawas alias CCTV.
Anggaran Rp3 miliar tersebut berasal dari dana desa.
“Itu adalah anggaran di anggaran desa, dana desa yang direlokasi untuk melakukan kegiatan ekonomi yang lebih efektif, efisien, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa melalui program ini,” ujar Joao.