Geger Jagat Dakwah Nasional! Ustadz Firdaus Berpulang Saat Sedang Ceramah Soal Kematian, Ini Kesaksian Mengejutkan Warga

DEMOCRAZY.ID – Seorang ustaz bernama Ahmad Firdaus (53) meninggal dunia saat sedang mengisi ceramah dalam sebuah pengajian di kawasan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim).

Anak dari Firdaus, Ahmad Fikri Fairus (31), mengenang Firdaus sebagai pribadi yang dekat dengan jemaahnya hingga sering ngopi bareng dengan jemaahnya.

Nggak ada gap antara beliau dengan jamaahnya. Jadi ya ngopi bareng, bahkan almarhum selalu bilang, ‘Ayah menganggap mereka itu ya teman, teman sharing, teman ngobrol, teman ngopi.’ Jadi nggak ada gap antara almarhum dengan dengan tetangga,” kata Fairus ditemui di rumah Firdaus di kawasan Klender, Jaktim, Minggu (2/8/2026).

Fairus menyebutkan ayahnya juga sering mengajak warga untuk berziarah ke makam-makam ulama. Kegiatan itu dilakukan setiap bulan.

“Setiap sebulan sekali, kadang kalau almarhum lagi pengin seminggu sekali. Biasanya kita rutin pastinya tarhib Ramadan itu udah pasti ziarah almarhum keliling ke ulama-ulama yang terdekat di sini, khususnya ulama-ulama Betawi gitu. Setiap bulan, tiap minggu pasti almarhum ada ngajakin kami tuh ziarah bareng,” ungkapnya.

Fairus juga mengungkap Firdaus sempat mengajak warga untuk melakukan istigasah melalui aplikasi WhatsApp (WA).

Ajakan tersebut dilakukan pada hari yang sama sebelum Firdaus meninggal.

“Bahkan sebelum almarhum mengembuskan terakhir aja almarhum masih WA sama sekitar, nge-share ke grup bahwa itu kan memang harusnya ada kegiatan almarhum yang almarhum ajak, ‘Ayo, ayo istigasah, ayo istigasah.’ Ternyata saat itu almarhum mengembuskan napas terakhir,” imbuhnya.

Warga sekitar bernama Jamaludin (53) juga mengenang Firdaus sebagai kakak, guru, bahkan teman nongkrongnya.

Dia mengatakan Firdaus tidak membeda-bedakan warga sekitarnya sesuai dengan usia mereka.

“Saya sebagai warga dan juga sebagai jemaah beliau, saya menganggap beliau itu seperti apa, kakak, guru, teman nongkrong juga. Jadi beliau tidak membeda-bedakan mana yang muda, mana yang tua, gitu. Jadi, intinya beliau tuh di mata beliau tuh sama semua, gitu. Tidak membeda-bedakan usia,” kenang Jamaludin saat ditemui di sekitar rumah Firdaus.

Jamaludin bercerita, dia juga sempat mengikuti ziarah yang Firdaus inisiasikan.

Jamaludin menyebutkan sejumlah makam di kawasan Jakarta sempat dikunjunginya bersama Firdaus.

“Kalau untuk wilayah yang dekat-dekat seperti makam KH Ahmad Zayadi Muhajir, KH Ahmad Marzuqi bin Mirshod, Pangeran Jayakarta, terus ke mana, Jakarta Utara itu, iya, Keramat Luar Batang itu sering ikut beliau, gitu. Khususnya sih wilayah Jakarta lah. Wilayah Jakarta sering ikut beliau, gitu. Ya, konvoi sama anak-anak apa, sama anak-anak majelis, sama anak-anak murid beliau. Sama yang di Ujung Harapan,” katanya.

Selain itu, Jamaludin mengenang Firdaus sebagai sosok yang tidak pernah menolak jika diajak mendampingi jemaahnya yang menggelar hajatan.

“Kalau apa yang dikatakan seperti itu betul. Yang jauh-jauh tuh enak diajaknya dia. Dia pokoknya di mata saya tuh guru itu, Pak Ustaz Firdaus itu paling enak orangnya. Diajak ke mana aja nggak pernah nolak. Pokoknya apabila ada jemaah yang punya hajat ke mana, dia siap mendampingi,” kenangnya.

Untuk diketahui, Ustaz Firdaus meninggal dunia saat sedang mengisi ceramah dalam sebuah pengajian di kawasan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim).

Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah muncul sebuah video yang memperlihatkan Firdaus tiba-tiba jatuh saat berceramah tersebut.

Momen tersebut terjadi pada Kamis (30/7) Kejadian itu juga telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga.

Artikel terkait lainnya