

DEMOCRAZY.ID – Sutrimo, pria yang ditemukan meninggal di Jakarta pada Kamis (23/7/2026) diketahui telah lama merantau.
Tetangga di kampung halamannya di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tidak mengetahui secara pasti pekerjaan Sutrimo.
Warga hanya mengetahui Sutrimo ikut bekerja dengan seorang petinggi Kejaksaan, namun tidak diketahui namanya.
“Kerja ikut bos Kejaksaan, tunggu rumah. Dia di perantauan dari dulu,” ucap pria yang enggan menyebutkan namanya itu, di Banyuwangi, Selasa (28/7/2026).
Ia mengatakan, Sutrimo telah merantau di Jakarta sejak puluhan tahun lalu.
“Sudah lama banget, sejak sebelum menikah. Tapi sekarang sudah cerai dengan istrinya,” kata dia.
Ia mengaku, pada suatu kesempatan juga pernah ditawari oleh Sutrimo untuk ikut bekerja dengannya. Namun tawaran tersebut dirinya tolak.
“Sempat ditawari ikut kerja juga, tapi saya enggak mau, mending di rumah saja,” katanya.
Menurutnya, Sutrimo merupakan sosok yang pendiam. Sejak merantau ke Jakarta, Sutrimo jarang pulang.
“Orangnya pendiam, biasanya kalau pulang dia cuma duduk-duduk di depan rumah,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026) pagi.
Sutrimo kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Diketahui, jenazah Sutrimo tiba di kampung halamannya di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon dan langsung dimakamkan, pada Kamis (23/7/2026) malam.
Keluarga pun telah mengikhlaskan kematian Sutrimo.
Hal itu disampaikan perwakilan keluarga yang mengaku bernama Ardi saat ditemui di depan rumah almarhum Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026).
Ardi mengatakan, orangtua almarhum Sutrimo tidak bisa ditemui karena sedang sakit.
“Mohon maaf ibu (almarhum Sutrimo) sedang sakit, sekarang kondisinya lagi tenang. Mohon maaf kami tidak bisa menerima (kedatangan wartawan), keluarga sudah mengikhlaskan,” kata Ardi.
Informasi yang beredar di kampung halamannya Sutrimo meninggal karena angin duduk. Sekitar seminggu sebelum meninggal, Sutrimo disebut sempat pulang.