Peringatan Keras Mantan Pejabat! Eks Wamen Minta Prabowo Hati-Hati, Sebut Lingkarannya Akan Berkhianat

DEMOCRAZY.ID — Peringatan keras bergema dari balik jeruji kekuasaan.

Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel melempar terawangan politik tingkat tinggi bahwa lingkaran dalam Presiden Prabowo Subianto diprediksi bakal saling berkhianat dalam rentang tahun 2026 hingga 2027 mendatang.

Pesan menohok tersebut disampaikan langsung oleh istri Noel, Silvia Rinita Harefa, saat ditemui awak media di Rupbasan KPK, Cawang, Jakarta Timur.

“Ada pesan politik dari pak Immanuel, 2026-2027 akan terjadi para elit di lingkaran Prabowo akan saling mengkhianati, itu aja pesan politiknya,” ujar Silvia.

Atas dasar potensi instabilitas internal tersebut, Noel secara khusus menitipkan pesan agar kepala negara meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap gerak-gerik para pembantu dan orang-orang kepercayaan yang berada di sekelilingnya.

“Jadi pak Immanuel berharap pak Prabowo waspada dan berhati-hati di sekitaran lingkarannya,” imbuhnya.

Isu Alarm 98 Jilid Kedua dan Gangguan Pemerintahan

Senada dengan sang klien, kuasa hukum Noel, Aziz Yanuar, turut mengingatkan kembali narasi “alarm 98 Jilid Kedua” yang sempat dilontarkan sebelumnya.

Menurut Aziz, eskalasi politik yang sempat diprediksi terjadi pada periode Juni hingga Juli ini terbukti mulai memunculkan riak-riak nyata di tengah publik.

Berbagai rentetan kasus yang mendera belakangan ini dinilai sebagai bentuk rongrongan sistematis yang sengaja diciptakan untuk mendestabilisasi jalannya roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Prabowo.

“Yang disampaikan pak Immanuel soal eskalasi bulan Juni-Juli itu benar adanya. Memang muncul berbagai kasus-kasus yang mengganggu jalannya pemerintahan presiden pak Prabowo dan ini menurut saya harus menjadi concern,” tegas Aziz.

Peringatan dini dari lingkaran dekat ini mengindikasikan bahwa ancaman terbesar bagi rezim petahana bukanlah kekuatan oposisi di luar pagar, melainkan potensi tikaman dari kawan seagensi yang mulai berebut pengaruh menjelang paruh kedua masa jabatan.

Artikel terkait lainnya