DEMOCRAZY.ID – Ketua Umum Matematika Nusantara, Fatur, memberikan sorotan tajam terkait belum adanya kabar kenaikan gaji para guru.
Lewat unggahan di media sosial Threads pribadinya, Fatur menyoroti belum adanya langkah yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah terkait kenaikan gaji guru maupun ASN.
Adapun alasan yang beredar mengenai belum adanya kenaikan gaji guru dan ASN karena anggaran yang dibutuhkan dinilai belum tersedia.
Menurutnya, hingga saat ini dana atau anggaran untuk menaikkan gaji tersebut belum ada sama sekali.
“Gaji guru dan ASN lainnya tidak bisa naik karena uangnya tidak ada,” tulisnya, dikutip Jumat (26/6).
Prabowo: “Kenapa gaji guru tidak bisa baik? Kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik? Kenapa anggaran selalu kurang? Iya kan? Karena uangnya enggak ada, diambil terus” https://t.co/6CtRFbbcqA pic.twitter.com/WiY3DmfnGB
— Jejak digital. (@ARSIPAJA) June 23, 2026
Sementara itu, anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KDMP justru dinilai cukup besar.
Ditambah lagi, gaji para hakim mengalami kenaikan yang bahkan mencapai 300 persen.
“Itu MBG anggarannya besar, KDMP anggarannya besar,” tuturnya.
“Gaji hakim bisa naik 300 persen,” ungkapnya.
Yang paling disorot adalah persoalan membengkaknya jumlah menteri di pemerintahan saat ini.
Menurutnya, kondisi tersebut tentu membutuhkan anggaran yang besar.
“Jumlah menteri membengkak, ada anggarannya,” jelasnya.
Di sisi lain, menurutnya, ketika menteri meminta tambahan anggaran sebesar Rp5 triliun hingga Rp10 triliun, permintaan tersebut dapat langsung dikabulkan.
Sementara itu, kenaikan gaji bagi guru dan ASN dinilai sangat sulit direalisasikan
Ia pun mempertanyakan dari mana sumber anggaran tersebut berasal.
“Menteri minta anggaran Rp5 triliun dikasih Rp10 triliun, uangnya ada. Itu uang dari mana?” terangnya.
Sumber: Fajar