KSP Dudung ‘Tabrak’ Semua Hambatan: Program MBG Tetap Jalan, Tidak Ada Kata Berhenti!

DEMOCRAZY.ID – Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus dilanjutkan di tengah proses hukum terhadap Eks pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

Penegasan ini disampaikan Dudung melalui keterangan resmi di akun Instagram @kantorstafpresidenri pada Sabtu (20/6/2026).

Dudung menyadari adanya masalah di dalam tubuh BGN yang tengah dilakukan evaluasi menyeluruh.

Namun, Dudung menegaskan bahwa program andalan tersebut tidak boleh terhenti karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat rentan.

“Presiden memastikan bahwa program makan bergizi gratis tetap dilanjutkan. Karena program ini menyangkut kebutuhan dasar rakyat. Terutama anak-anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan,” kata Dudung.

Dudung menilai proses hukum yang sedang berjalan di BGN harus dilihat sebagai momen pembenahan.

Sebaliknya, bukan alasan untuk menghentikan program tersebut.

“Kita tidak boleh berhenti hanya karena ada masalah, tetapi justru harus belajar dari masalah itu. Memperbaiki sistemnya, dan memastikan manfaat program tetap sampai kepada masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dudung mengatakan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di lapangan.

Dari hasil sidak tersebut, ditemukan sejumlah dapur gizi yang pelaksanaannya sudah sesuai standar dan memiliki tata kelola yang baik.

“SPPG yang sudah sesuai standar ini dapat dijadikan percontohan. Agar praktik baik di lapangan bisa direplikasi di daerah lain. Tentu dengan tetap menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah,” ujar Dudung.

Saat ini, lanjut Dudung, tata kelola pelaksanaan program MBG mulai diperbaiki agar lebih bersih, transparan, terukur, dan diawasi ketat.

Untuk mencegah penyimpangan berulang, KSP mendorong adanya partisipasi aktif dari masyarakat.

“Agar publik dapat ikut mengawal pelaksanaan program, menyampaikan masukan, dan melaporkan apabila menemukan penyimpangan di lapangan,” tuturnya.

Dudung berkomitmen pihaknya akan terus mengawal pembenahan BGN mulai dari pengawasan anggaran, kualitas makanan, hingga rantai distribusi.

Dudung meyakinkan publik bahwa negara menanggapi serius setiap temuan agar program ini benar-benar tepat sasaran, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Kita jadikan setiap koreksi sebagai momentum untuk memperbaiki diri. Memperkuat sistem, mempertanggungjawabkan setiap rupiah uang rakyat yang digunakan program MBG untuk meningkatkan kepercayaan publik,” tutup Dudung.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya