Brigade UI Nyalakan Api Perlawanan: Indonesia Menuju Bangkrut, Rezim Prabowo-Gibran Harus Dilawan!

DEMOCRAZY.ID – Barisan Garda Depan Universitas Indonesia (Brigade UI) menyerukan aksi Menuju Indonesia Bangkrut usai harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi naik drastis.

Brigade UI adalah organ taktis sekaligus wadah kaderisasi pergerakan sosial-politik mahasiswa di bawah naungan Departemen Aksi dan Propaganda Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI.

Lewat Instagram @brigade.ui, Rabu (10/6/2026), Brigade UI mengajak seluruh kalangan untuk mengikuti aksi Menuju Indonesia Bangkrut yang akan digelar di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6/2026) besok.

Sebelum menuju Bundaran HI, massa yang mengikuti aksi diminta berkumpul di Lapangan Parkir FISIP UI dan mengenakan pakaian hitam.

Brigade UI menyebut kebijakan pemerintah yang ugal-ugalan menjadi salah satu alasan aksi dilakukan.

Menurut mereka, buntut kebijakan ugal-ugalan itu, rakyat selalu menjadi korban.

Karena itu, Brigade UI berpendapat melawan rezim adalah keputusan terbaik saat ini.

Brigade UI menyebut rezim Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka telah menindas dan bersikap jahat pada rakyat.

“Kebijakan ugal-ugalan kerap sekali dikeluarkan oleh pemerintah. Rakyat lagi, lagi dan lagi menjadi korban atas kebijakan tersebut.”

“Memilih diam adalah keputusan egois. Sebagai rakyat yang peduli dengan nasibnya sendiri, maka melawan adalah keputusan terbaik,” seru Brigade UI, dikutip Tribunnews.com.

“Maka dari itu, mari gaungkan perlawanan dan satukan barisan untuk melawan penindasan dan kebengisan yang diciptakan oleh rezim Prabowo-Gibran,” lanjutnya.

Seruan serupa juga disampaikan BEM UI lewat Instagram @bemui_official.

BEM UI menilai permasalahan yang ada di Indonesia saat ini, utamanya soal ekonomi, terjadi akibat kebijakan dibuat oleh pemimpin tak kompeten.

“Sudah terlalu lama masyarakat menahan amarah dan penindasan yang terus mencekik, harga bahan pokok yang terus meningkat, serta seluruh permasalahan ekonomi akibat kebijakan-kebijakan yang disusun oleh pemimpin yang tidak berkompeten,” jelas BEM UI.

“Mari terus bersama-sama suarakan keresahan yang sudah lama kita pendam, menuntut kebijakan yang terus membuat kita krisis,” imbuhnya.

Aksi Juga Diikuti Organisasi Lainnya

Tak hanya BEM UI, beberapa organisasi mahasiswa lainnya juga akan mengikuti aksi di Bundaran HI, Jakarta, besok.

Aksi ini merupakan hasil konsolidasi sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat yang digelar di UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026) malam.

Organisasi yang ikut turun aksi di antaranya adalah BEM UI, BEM se-fakultas UI, BEM IPB, Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Jakarta, UIN Jakarta, UPN Veteran Jakarta, Universitas Pancasila, Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), serta Front Mahasiswa Nasional (FMN).

“Besok kumpul sebelum Jumatan (salat Jumat), rencananya salat Jumat di HI sebelum aksi dimulai,” kata Ketua FMN, Symphati Dimas, Kamis.

Ada lima tuntutan yang akan disampaikan pada aksi besok, yaitu:

  • Mendesak pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
  • Meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
  • Menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
  • Mendesak dihentikannya praktik militerisme di ranah sipil.
  • Meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah atas berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Diketahui, seruan aksi ini dilakukan buntut pemerintah menaikkan harga BBM non-subsidi per Rabu dengan rincian berikut:

  • Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter dari awalnya Rp12.300 per liter
  • Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter dari awalnya Rp12.900 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
  • Dexlite: Rp23.000 per liter
  • Pertamina Dex: Rp24.800 per liter

Tak hanya kenaikan BBM non-subsidi, melemahnya nilai tukar rupiah yang sempat mencapai Rp18.000 rupiah per dolar AS juga membuat publik geram.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya