DEMOCRAZY.ID – Deretan motor listrik yang disebut milik Badan Gizi Nasional (BGN) terlihat menumpuk di area parkir sebuah bangunan di kawasan Bogorindo, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kendaraan roda dua itu tampak tersusun rapi dalam jumlah besar, dengan sebagian besar unit masih tertutup jaring plastik berwarna hitam dan belum menunjukkan tanda-tanda digunakan untuk operasional lapangan.
Keberadaan ratusan motor listrik tersebut kembali menjadi perhatian publik setelah beredar foto dan video yang memperlihatkan kendaraan-kendaraan itu terparkir dalam waktu yang cukup lama tanpa aktivitas distribusi.
Padahal, motor listrik tersebut sebelumnya direncanakan untuk mendukung operasional program pemenuhan gizi yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Ribuan Motor Listrik MBG Dadan Cs Kini Terbengkalai di Gudang😤✅
Baca JugaSetelah kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat, ribuan motor listrik yang dipesan kini menjadi sorotan.
– Total ada 21.801 unit motor listrik yang dipesan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) era… pic.twitter.com/tSBTyHwugM
— Kr (@karirfess) June 8, 2026
Berdasarkan informasi yang beredar, pengadaan motor listrik itu diketahui telah dilakukan sejak tahun 2025.
Kendaraan tersebut disiapkan sebagai sarana mobilitas petugas dalam mendukung pelaksanaan berbagai program layanan gizi, termasuk distribusi dan pemantauan program yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Namun hingga saat ini, motor-motor tersebut belum terlihat didistribusikan ke daerah tujuan.
Sebanyak 21.801 unit motor listrik
senilai Rp1,39 triliun dilaporkan masih
menumpuk di area pergudangan
kawasan industri Desa Sentul,
Kec. Babakanmadang, Kab. Bogor.Ribuan motor listrik warna biru dengan
logo BGN terlihat berjajar rapi.
Sebagian tampak tertutup jaring hitam. pic.twitter.com/Tz32tLEm0v— A-Husin …..(reborn) (@AlwiHusin) June 10, 2026
Sebagian unit bahkan masih berada dalam kondisi yang menyerupai penyimpanan jangka panjang, dengan pelindung plastik yang belum dibuka.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pemanfaatan aset negara yang telah diadakan untuk menunjang program pemerintah.
Sejumlah pihak menilai kendaraan yang dibiarkan terlalu lama tersimpan berpotensi mengalami penurunan kualitas, terutama pada komponen baterai yang menjadi bagian utama kendaraan listrik.
Sorotan terhadap keberadaan motor listrik tersebut semakin menguat setelah perkembangan terbaru dalam penanganan dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kasus itu menjadi perhatian luas setelah mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang tengah diusut aparat penegak hukum.
Penetapan status tersangka terhadap Dadan membuat publik mulai menelusuri berbagai aspek pengelolaan program yang berada di bawah kewenangan BGN, termasuk pengadaan sejumlah fasilitas pendukung yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah keberadaan motor listrik yang masih tersimpan di kawasan Sentul tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi terkait alasan motor-motor listrik itu belum didistribusikan maupun kapan kendaraan tersebut akan mulai digunakan untuk mendukung operasional SPPG di berbagai wilayah Indonesia.
Di tengah upaya pemerintah memperkuat pelaksanaan program gizi nasional, pemanfaatan aset yang telah diadakan menjadi salah satu aspek yang dinilai penting untuk memastikan anggaran negara digunakan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kejelasan mengenai status, distribusi, serta penggunaan motor listrik tersebut kini menjadi hal yang ditunggu publik, terutama di tengah meningkatnya perhatian terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis dan lembaga yang mengelolanya.
Sumber: Tribun