Tak Hancur Ditelan Waktu! Jasad Pria di Indragiri Hulu Masih Utuh Usai 26 Tahun Dikubur

DEMOCRAZY.ID – Jasad pria masih utuh setelah dimakamkan selama 26 tahun membuat heboh warga Desa Candirejo, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.

Percaya atau tidak, tetapi begitulah faktanya.

Jasad pria bernama Abu Zamroh ditemukan dalam kondisi masih utuh meski telah dikubur selama puluhan tahun.

Anak kandung dari almarhum, Miyos Sarwono (43), menyaksikan jasad ayahnya masih utuh.

Ia bercerita, pada Minggu (31/5/2026) pagi, warga desa gotong royong memindahkan sejumlah makam di Taman Makam Jugrug.

“Makam dipindahkan karena berada di lereng dengan kondisi tanah berpasir yang rawan longsor,” ujar Miyos saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (2/6/2026).

Satu per satu makam digali untuk dipindahkan, termasuk makam ayah Miyos.

Miyos merasa penasaran bagaimana kondisi jenazah ayahnya setelah lebih dari dua dekade berada di dalam tanah.

“Ya, pasti penasaran, karena sudah 26 tahun almarhum ayah saya dimakamkan,” ujar Miyos.

Miyos mengatakan, almarhum ayahnya dimakamkan pada 30 September 2000, dalam usia 52 tahun. Abu Zamroh lahir pada 5 Oktober 1948.

Beberapa makam yang telah dibongkar, sebagian besar kondisi jasad sudah menjadi tulang belulang.

Tulang belulang itu dikumpulkan ke dalam sebuah kotak, lalu dibungkus dengan kain kafan dan dimakamkan kembali ke lokasi yang baru berjarak sekitar 30 meter.

Tibalah saatnya giliran makam Abu Zamroh digali.

Saat mendekati liang lahat, terlihat kain kafan di bagian bahu agak menonjol.

“Kami jadi penasaran, terus ditelusuri dari kepala sampai kaki, ternyata masih utuh. Kami pun terkejut,” kata Miyos.

Jenazah kemudian diangkat dari liang lahat. Miyos mengatakan, jenazah tidak berat dan tidak mengeluarkan bau.

Keluarga dan ratusan warga dibuat takjub dengan temuan jasad masih utuh terbungkus kain kafan. Suasana haru pun menyelimuti pemakaman.

Padahal, kata Miyos, pihak keluarga sudah menyiapkan sebuah kotak berukuran 1×30 sentimeter sebagai wadah tulang belulang jenazah.

“Jenazah masih seperti awal dimakamkan. Masih utuh kepala, tangan, bahu, badan, siku dan kaki. Kami merasa terharu. Di satu sisi sedih, di satu sisi kami bahagia karena jenazah masih utuh. Alhamdulillah,” kata Miyos.

Setelah itu, jenazah dibalut dengan kain kafan baru dan dimakamkan kembali di tempat yang baru.

👇👇

Pesan dan Sosok Ayah

Miyos mengenang ayahnya sebagai sosok pekerja keras dan hidup sederhana.

Semasa hidup, ayahnya bekerja serabutan. Masih ada dalam ingatan Miyos, sang ayah meninggal dunia saat Miyos masih berusia 15 tahun.

“Waktu itu saya baru tamat SMP,” sebut Miyos.

Miyos tujuh orang bersaudara. Terdiri dari dua laki-laki dan lima perempuan.

Semasa ayahnya masih hidup selalu berpesan agar tetap rukun dengan keluarga.

“Pesan ayah yang membekas dalam ingatan saya, yaitu supaya rukun dengan keluarga.

Penemuan jasad masih utuh, menjadi perbincangan warga. Miyos mengaku banyak yang bertanya, baik teman, kerabat, maupun warga lainnya.

“Orang-orang menanyakan amalan apa yang dilakukan ayah saya semasa hidupnya. Saya tidak berani menjawabnya. Hanya Allah yang mengetahui seluruh amal seseorang selama hidupnya,” tutur Miyos.

Miyos hanya mengingat, sosok sang ayah yang hidup sederhana, penyabar, dan pekerja keras.

“Seingat saya, beliau orang yang sederhana, sabar dan selalu mengalah. Kalau ada yang lain, itu hanya Allah yang tahu,” kata Miyos.

Alasan Pemindahan

Terpisah, Sekretaris Desa Candirejo, Ade Putra mengatakan, pemindahan makam dilakukan karena lokasi pemakaman lama berada di atas tebing yang rawan longsor.

Baca juga: Kisah Warga Tegal Korban Tanah Gerak, Jalani Idul Adha Pertama di Huntara dan Tunggu Huntap

Menurutnya, kawasan pemakaman tersebut sudah ada sejak tahun 1990-an dan berdiri di atas tanah hibah masyarakat yang diberikan sejak 1980-an.

“Total ada 8 makam yang dipindahkan, dengan bergotong royong,” kata Ade melalui sambungan telepon, Selasa.

Ade mengaku juga menyaksikan jasad Abu Zamroh masih dalam kondisi utuh.

“Waktu diangkat, kain kafan masih utuh. Tidak ada tulang yang lepas. Cuma kain yang menempel pada jenazah mulai tumbuh serabut, tetapi tali pengikatnya masih ada. Kalau makam yang lain tinggal tulang belulang,” ujar Ade.

Ade sendiri mengaku takjub melihat keajaiban itu. Selain masih utuh, jasad tidak mengeluarkan bau.

“Tidak ada bau. Ini memang luar biasa ya. Kita jadi terharu dan takjub. Ada yang menangis juga melihat ini. Banyak yang mengatakan inilah keajaiban yang Allah tunjukkan kepada kita,” kata Ade.

Sumber: Kompas

Artikel terkait lainnya