Wacana Pergantian Kursi RI 2 Kian Menguat: Tamsil Linrung Soroti Kans Anies Baswedan di Tengah Menguatnya Sinyal Pemakzulan Gibran!

DEMOCRAZY.ID – Pembicaraan mengenai usulan pemakzulan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden masih terus mewarnai ruang publik, termasuk di media sosial.

Selain ramainya desakan Gibran mundur hingga desakan kepada DPR RI agar segera memproses hak angket untuk pemakzulan Gibran, yang tidak kalah menarik untuk diperbincangkan adalah soal siapa sosok yang akan menjadi wakil presiden jika pemakzulan terhadap Gibran benar-benar terjadi.

Terkait sosok yang bisa menggantikan Gibran sebagai wapres jika impeachment dilakukan MPR, Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, memiliki penilaian tersendiri.

Politikus asal Sulsel tersebut bahkan tidak ragu-ragu menyebut nama Anies Baswedan sebagai tokoh yang layak dipertimbangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau ini pemakzulan akan terjadi, maka kita perlu memikirkan siapa yang menggantikan Gibran dan bisa memberi nilai tambah bagi Prabowo. Salah satunya Pak Anies,” kata Tamsil Linrung.

Namun, pertanyaan kemudian akan muncul terkait apakah mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut siap atau mau menerima tawaran menjadi wakil presiden.

“Semua akan tentu punya pertimbangan-pertimbangan. Saya memang berdialog dengan beliau. Saya minta perspektif untuk memberikan penilaian terhadap beberapa program Pak Prabowo terakhir ini,” ungkap Tamsil Linrung.

Dari pertanyaan itu, Tamsil Linrung tidak menampik bahwa beberapa program yang dijalankan Prabowo ada yang dikritisi, namun secara keseluruhan Anies memandang program Prabowo positif.

“Ada memang program-program yang beliau kritisi, tapi secara umum dia melihat ya positif saja,” ungkap Tamsil Linrung.

Sementara itu, terkait desakan sejumlah elemen masyarakat baik yang ditujukan langsung kepada DPR RI maupun yang disampaikan melalui perwakilan DPRD di daerah, elit partai politik yang memiliki kursi di parlemen secara umum sudah mengarah pada persetujuan untuk membentuk hak angket.

Beberapa partai yang disebut-sebut cenderung setuju dengan angket tersebut seperti PDIP, Partai Nasdem, PKS, PKB, hingga Partai Demokrat.

Fraksi-fraksi dari partai tersebut dikabarkan sudah membuat keputusan internal, termasuk membangun komunikasi dengan fraksi lain yang ada di parlemen.

Advokat sekaligus pegiat media sosial, Nazlira Alhabsy, menyambut baik kabar sejumlah partai politik di DPR RI sudah memberikan sinyal persetujuan untuk ditempuhnya hak angket terkait polemik ijazah Gibran.

“Alhamdulillah, setelah Demokrat & PKS bolak-balik disentil masyarakat, akhirnya suara semakin bulat untuk menetapkan Hak Angket pemakzulan Gibran. Jadi sudah 5 parpol besar yang mendukung pemakzulan Gibran,” kata Nazlira.

Dengan adanya sinyal kuat fraksi-fraksi di DPR menyetujui hak angket pemakzulan Gibran, Nazlira menilai bahwa publik juga perlu konsisten untuk memberikan dukungan maupun desakan kepada wakil rakyat agar hak angket tersebut berjalan sebagaimana mestinya.

“Nah, sekarang giliran publik juga harus konsisten. Saat hak angket digelar, berikan dukungan solidaritasnya ke DPR, datang, jangan pasif! Apalagi saat ini aparat Polri di bawah Jenderal Pol. Suyudi AS sangat pro rakyat!” tandas Nazlira.

Dia lantas menyinggung soal suara nyata pendukung Jokowi dan Gibran yang hanya di angka 4 persen.

“Suara real pendukung Jokowi-Gibran itu maksimal hanya 4%. Hanya omong kosong dan ngibul kicau mania para termul saja yang sesumbar pendukung Jokowi lebih dari 5 juta suara,” katanya.

Bahkan dengan terkuaknya banyak kebohongan dan inkompetensi Jokowi-Gibran, angka maksimal 4 juta suara pendukung itu pun kini sudah melorot di kisaran 1 sampai 1,5 juta suara saja yang masih mendukung Jokowi dan keluarganya.

Artikel terkait lainnya