DEMOCRAZY.ID – Nama Susanah, warga Cileungsi, Kabupaten Bogor, mendadak mendapat perhatian setelah ceritanya disebut Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan.
Ia dikenal sebagai pekerja yang mampu meraup penghasilan hingga Rp700 ribu per kilogram dari pekerjaan mengupas bawang.
Tidak pernah menyangka bakal berada di lingkungan Istana Negara, Susanah akhirnya mendapat kesempatan menghadiri rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Perjalanan itu pun menjadi pengalaman yang tak terlupakan baginya.
Susanah menceritakan, dirinya bisa terpilih mengikuti rangkaian kegiatan tersebut bermula dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Ia mengaku rutin mengikuti pertemuan bersama pendamping setiap bulan. Selain menjadi penerima PKH, anaknya juga mendapatkan Program Indonesia Pintar (PIP).
“Awal mulanya dari pendamping, kan tiap sebulan sekali kumpulan, aku penerima kartu PKH, anak juga dapat PIP,” ujar Susanah dikutip dalam videonya yang beredar, Rabu (19/8/2026).
Dari pendamping tersebut, Susanah kemudian mendapat informasi bahwa dirinya akan dihubungi oleh pihak tertentu.
Hanya saja, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana proses awal pemilihannya.
“Ya awal mulanya dari pendamping, pendamping ngomong katanya dihubungin dari pihak atasan, aku juga kurang ngerti kan,” ucapnya.
Setelah proses tersebut, Susanah didatangi tim untuk menjalani proses pengambilan gambar.
Ia menyebut kegiatan syuting berlangsung selama tiga hari.
“Pokoknya dari pendamping, data gini-gini, gak lama ada yang syuting dari pihak Bakom,” Susanah menuturkan.
“Syuting 3 hari, gak lama, eh langsung berangkat dari Rabu sore tanggal 12,” tambahnya.
Tidak lama setelah menjalani syuting, Susanah kemudian diberangkatkan untuk mengikuti rangkaian kegiatan di Jakarta.
Susanah juga mengatakan dirinya menginap di hotel selama kurang lebih sepekan.
Selama berada di Jakarta, ia mengikuti sejumlah agenda, termasuk kegiatan di DPR hingga mengunjungi beberapa destinasi.
“Saya langsung di hotel selama seminggu, minum di hotel sampai acara hari kemis di DPR, hari Jumat acara DPR-nya,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan agenda rekreasi.
Susanah bersama peserta lainnya diajak mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Monumen Nasional (Monas).
“Hari Sabtu jalan-jalan ke Taman Mini, hari Minggu jalan-jalan ke Monas,” imbuhnya.
Momen yang paling berkesan bagi Susanah terjadi ketika dirinya mendapat kesempatan mengikuti prosesi penurunan bendera di Istana Presiden.
“Senin aku ikut penurunan bendera di Istana Presiden, nah sampai tadi baru Selasa pulang. Setengah 10 kayaknya, sampai rumah jam 12,” bebernya.
Pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.
Apalagi, Susanah menyebut dirinya menjadi satu-satunya perwakilan dari Jawa Barat yang dipilih untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Susanah mengaku sangat bahagia mendapatkan kesempatan tersebut. Ia bahkan masih merasa gugup ketika melihat Presiden Prabowo secara langsung.
“Rasanya senang banget ya, soalnya apalagi dipilih se-Jawa Barat kan ya, cuma satu gitu aku doang. Gak nyangka kalau kepilih deg-degan, ngeliat langsung Pak Presiden di depan mata, biasanya cuma di TV ya,” terangnya.
Bagi Susanah, perjalanan tersebut menjadi pengalaman perdana yang sangat berkesan.
Selain menginap di hotel, ia juga mendapat kesempatan mengikuti berbagai kegiatan dan berjalan-jalan selama berada di Jakarta.
“Senang, dibawa jalan-jalan, nginep di hotel, baru perdana, dibawa ke teman ini, jalan-jalan, enak, senang, bahagia,” tandasnya.
Kesan positif Susanah terhadap seluruh rangkaian kegiatan membuatnya memberikan pujian khusus kepada Presiden Prabowo.
“Pokoknya sama Pak Presiden is the best deh, Pak Presiden,” kuncinya.