Video Lawas Kembali Viral, Prabowo Bantah Bekingi Hercules: Saya Paling Anti Preman!

DEMOCRAZY.ID โ€” Sebuah video dokumenter lawas berlatar tahun 1997 yang menampilkan Prabowo Subianto saat masih memegang komando sebagai Danjen Kopassus kembali menjadi sorotan dan viral di berbagai platform media sosial.

Dalam potongan rekaman tersebut, Prabowo tampak dicecar sejumlah pertanyaan oleh awak media mengenai rumor yang menyebutkan dirinya bertindak sebagai pelindung atau beking bagi tokoh premanisme kenamaan, Hercules.

Menanggapi isu miring tersebut, Prabowo memberikan bantahan keras dan menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki hubungan personal, serta menepis keterlibatan satuan elite Kopassus dalam isu beking-membeking preman.

โ€œSaya tidak kenal dengan Hercules, tidak pernah kenal. Kalau beliau ngaku-ngaku dibeking oleh Kopassus, sama sekali tidak benar,โ€ tegas Prabowo dalam rekaman tersebut.

Selain meluruskan rumor kedekatan, Prabowo melontarkan kecaman keras terhadap pihak-pihak yang secara sengaja mencatut nama besar dirinya maupun kesatuannya untuk memuluskan tindak kejahatan di ruang publik.

Ia mendesak aparat penegak hukum agar menindak tegas pelaku kriminal tanpa pandang bulu.

โ€œKalau mereka terlibat kriminalitas, ya harus ditindak sekeras-kerasnya. Apalagi bawa-bawa nama Kopassus, bawa-bawa saya lagi,โ€ tambahnya.

Mengakhiri sesi wawancara arsip tersebut, Prabowo menegaskan sikap antitesisnya terhadap segala bentuk aksi premanisme yang meresahkan ketertiban umum.

Dengan gaya tegas khas militer, ia bahkan meyakini bahwa rekam jejak ketegasannya membuat kelompok preman berpikir dua kali untuk berurusan dengannya.

โ€œSaya paling anti preman, saya kira preman paling takut sama saya,โ€ pungkasnya mantap.

๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Kembalinya video lawas ini ke ruang publik terjadi di tengah sorotan tajam terhadap Hercules dan organisasi masyarakat yang dipimpinnya, GRIB Jaya.

Organisasi tersebut belakangan dikait-kaitkan dengan insiden tewasnya seorang pria bernama Bambang Setiawan, yang diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah anggota GRIB di tengah aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026 lalu, kendati pihak ormas sempat berdalih kehadirannya di lokasi dimaksudkan untuk melakukan pengamanan swakarsa agar aksi berjalan tertib.

Artikel terkait lainnya