DEMOCRAZY.ID – Sebuah sumber regional yang disebut mengetahui perkembangan di Timur Tengah menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berada di balik skenario pembajakan pesawat Flydubai untuk menyeret Amerika Serikat (AS) dan Presiden Donald Trump ke dalam perang baru melawan Iran.
Tuduhan tersebut disampaikan sumber anonim kepada Press TV, media milik pemerintah Iran.
Sumber itu mengklaim insiden pesawat Emirati yang terbang dari Dubai menuju Tel Aviv dan kemudian mendarat darurat di Arab Saudi merupakan bagian dari operasi false flag yang dirancang untuk menciptakan alasan menyalahkan Iran.
Menurut sumber tersebut, rencana itu dibahas dan diselesaikan ketika Netanyahu mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA), tiga hari sebelum insiden Flydubai terjadi.
Netanyahu disebut datang bersama sejumlah pejabat senior militer dan intelijen Israel.
Sumber itu juga mengklaim sejumlah negara Arab dilibatkan dalam pembahasan operasi tersebut dengan tujuan menciptakan skenario yang nantinya dapat dikaitkan dengan Iran, seperti diberitakan Tasnim, Sabtu (3/10/2026)
Tujuan akhirnya, menurut sumber tersebut, adalah menciptakan alasan bagi Washington untuk kembali terlibat dalam konflik langsung dengan Iran.
Namun, Press TV tidak mengungkap identitas sumber tersebut maupun memberikan bukti independen yang membuktikan tuduhan itu.
Laporan serupa yang dikutip Anadolu juga menegaskan bahwa klaim tersebut berasal dari sumber anonim dan belum mendapat konfirmasi dari Israel, UEA maupun AS.
Insiden yang menjadi dasar tuduhan tersebut terjadi pada Rabu (30/9/2026), ketika penerbangan Flydubai FZ1073 dari Dubai menuju Tel Aviv mengalami kekacauan di dalam kokpit.
Menurut Reuters, kopilot menyerang kapten dan pesawat kemudian mengalami penurunan ketinggian lebih dari 16.000 kaki dalam waktu sekitar 30 detik.
Penumpang dan awak berhasil menguasai kopilot, sementara dua pilot cadangan yang berada di dalam pesawat mengambil alih kendali hingga pesawat mendarat di Tabuk, Arab Saudi.
Pesawat membawa 174 penumpang dan awak.
Otoritas UEA kemudian menyatakan insiden tersebut sebagai serangan teroris dan penyelidikan masih berlangsung.
Motif serta kemungkinan adanya perencanaan sebelumnya masih menjadi bagian dari penyelidikan.
Sebelumnya, Netanyahu menyebut pelaku diduga mengalami radikalisasi Islam.
Namun, Reuters melaporkan belum ada bukti resmi mengenai keterlibatan Iran dan penyelidikan terhadap motif pelaku masih berjalan.
Klaim mengenai operasi false flag itu muncul hanya beberapa hari setelah Netanyahu mengunjungi UEA dan bertemu Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Sumber yang dikutip Press TV menyebut kunjungan tersebut menjadi momentum pembahasan rencana operasi.
Iran juga sebelumnya memperingatkan negara-negara Teluk agar tidak memberikan wilayahnya untuk aktivitas yang dianggap bermusuhan terhadap Teheran.
Sumber Press TV bahkan memperingatkan bahwa setiap operasi false flag yang digunakan untuk menyerang Iran akan dibalas dengan serangan berat terhadap Israel dan AS.
Tuduhan tersebut hingga kini tetap merupakan klaim dari pihak Iran.
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
How stupid do they think goyim are? pic.twitter.com/ZGRPCaTMxX
— Dr. Simon (@goddek) October 2, 2026
Here is why we now know the Flydubai story must be false.
Baca JugaWhen the plane nosedived, it reached a speed of 688 mph and it’s just not designed to handle those G-forces. It should’ve fallen apart from the extreme stresses of plummeting nearly 14,300 feet in 37 seconds (about ten… pic.twitter.com/e0ORJ1LQ1g
— Council Estate Media (@cem_uk_) October 2, 2026