Rupiah Hancur, Pajak Tekor! Anies Baswedan Bareng Pakar Kuliti Habis ‘Penyakit’ Ekonomi RI Saat Ini

DEMOCRAZY.ID – Kondisi ekonomi Indonesia tengah menjadi sorotan tajam. Mulai dari nilai tukar Rupiah yang terus tertekan hingga daya beli masyarakat yang kian mencekik.

Fenomena ini memicu diskusi hangat antara tokoh nasional Anies Baswedan, dengan tiga pakar ekonomi terkemuka tanah air.

Diskusi kritis tersebut terekam dalam sebuah cuplikan preview video terbaru yang akan tayang di kanal YouTube resmi Anies Baswedan besok.

Dalam obrolan singkat namun menohok tersebut, mereka menguliti berbagai kejanggalan data ekonomi dan sikap pemerintah saat ini.

Pemerintah Dinilai ‘Denial’ di Tengah Keterpurukan Rupiah

Anies Baswedan membuka obrolan dengan menyoroti kondisi mata uang Garuda yang kian memprihatinkan.

“Mata uang kita (Rupiah) sedang mencapai titik terendah dalam sejarah,” ujar Anies dala video Reel YouTube pribadinya seperti dilihat KBA News, Rabu, 27 Mei 2026.

Bukannya mencari solusi konkret, sikap otoritas berwenang justru dikritik tajam oleh salah satu pakar ekonomi yang hadir.

Menurutnya, Indonesia terkesan menutup mata dari realita yang ada, berbeda dengan negara lain yang lebih transparan.

“Kebanyakan negara lain tuh mengakui sedang mengalami kesulitan. Lah kita, denial. Pemerintahnya denial, gitu. Kita sakit, tapi kita ngomong kita sehat. Nggak sakit, denial. Kita enggak punya uang… kita kaya!” imbuh pakar ekonomi Awalil Rizky.

Paradox Ekonomi: Pertumbuhan Naik, Tapi Pajak Kontraksi 10%?

Kejanggalan lain yang dibongkar dalam diskusi tersebut adalah ketidaksinkronan antara klaim pertumbuhan ekonomi dengan realisasi penerimaan negara.

Pakar ekonomi kedua melemparkan pertanyaan retoris yang cukup menohok mengenai anomali data yang disajikan pemerintah.

“Ekonomi tumbuh di atas rata-rata, tapi pajak kontraksi 10 persen. Di mana ceritanya?” tanyanya pakar ekonomi lainnya.

Secara teori, jika ekonomi sebuah negara tumbuh positif dan sehat, seharusnya serapan pajak dari sektor bisnis dan masyarakat juga ikut meningkat, bukan malah menyusut hingga minus 10 persen.

Menutup preview tersebut, Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 ini menegaskan bahwa jeritan mengenai sulitnya kondisi ekonomi saat ini bukanlah isapan jempol belaka atau sekadar analisis di atas kertas oleh para pengamat.

“Yang bilang ekonomi sedang tidak baik-baik saja, itu kan bukan kaum ahli-ahli ekonomi saja… tapi juga rumah tangga itu kan juga merasakan,” tegas Anies, yang langsung disetujui oleh para pakar.

Jangan Lewatkan Tayangan Lengkapnya Besok!

Bagaimana analisis mendalam para pakar mengenai masa depan Rupiah? Apa sebenarnya yang terjadi di balik angka-angka pertumbuhan ekonomi kita?

Saksikan kupas tuntas dan obrolan lengkap Anies Baswedan bersama tiga pakar ekonomi ini yang akan ditayangkan besok di kanal YouTube resmi Anies Baswedan. Jangan lupa pasang pengingat dan tonton biar tidak ketinggalan informasi!

[FULL VIDEO]

Sumber: KBANews

Artikel terkait lainnya