Pertamax Meroket! Media Asing Soroti ‘Beban Hidup’ Rakyat Indonesia Kian Berat Era Prabowo

DEMOCRAZY.ID – Kenaikan harga bahan bakar non subsidi jenis Pertamax sebesar 32% menjadi Rp16.250 per liter, dari sebelumnya Rp12.300 mendapat sorotan tajam dari media asing.

Kenaikan ini mulai berlaku pada Rabu (10/6) dan menjadi yang pertama dalam beberapa bulan terakhir.

PT Pertamina Patra Niaga, juga menaikkan harga Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000 per liter dari Rp12.900.

Sementara itu, harga bahan bakar bersubsidi seperti Pertalite (RON90) dan Biosolar tetap masing-masing di Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

Salah satu media Malaysia, The Star dalam ulasannya menyebut kenaikan harga ini diperkirakan akan berdampak pada biaya transportasi dan tekanan biaya hidup di Indonesia.

“Kenaikan harga ini diperkirakan akan berdampak pada biaya transportasi dan tekanan biaya hidup di Indonesia, seiring fluktuasi harga energi global yang masih berlanjut,” ulas media Malaysia tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga dilakukan berdasarkan formula yang telah ditetapkan pemerintah.

“Harga jual ditentukan melalui koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator, untuk memastikan keberlanjutan pasokan dan distribusi bahan bakar berkualitas,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Ia menjelaskan, evaluasi harga dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta kondisi pasar.

Langkah ini juga bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan kepastian pasokan energi.

“Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman dan tersedia di seluruh jaringan SPBU,” tambahnya.

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya