Pemerintah Israel Menerbitkan Daftar 10 Influencer Anti-Zionis Paling Berpengaruh di Dunia

DEMOCRAZY.ID – Kementerian Urusan Diaspora dan Pemberantasan Antisemitism Israel menerbitkan laporan pada April 2026 yang menyoroti lonjakan antisemitime global dan mengidentifikasi tokoh-tokoh kunci yang dianggap sebagai penggerak utama narasi tersebut.

Laporan tersebut mencantumkan daftar 10 influencer paling berpengaruh yang dituduh menyebarkan konten antisemit atau anti-Zionis di media sosial. Berikut adalah tokoh-tokoh yang masuk dalam daftar tersebut:

1. Dan Bilzerian: Seorang selebriti internet asal Amerika Serikat yang dikenal luas sebagai “King of Instagram”. Ia paling vokal menyebut Israel “negara jahat” atas genosida terhadap Gaza. Ia sosok yang paling dibenci Israel dan dinobatkan sebagai influencer no.1 yang paling anti-semit/anti-zionis. Pada April 2026, Bilzerian dilaporkan mencalonkan diri sebagai anggota Kongres Amerika Serikat (U.S. House of Representatives). Langkah politik ini menarik perhatian karena retorikanya yang keras terhadap kebijakan luar negeri AS terkait Israel.

2. Greta Thunberg: Aktivis iklim asal Swedia ini dituduh menjadi suara anti-Israel yang menonjol dan tidak mengecam serangan Hamas pada 7 Oktober. Laporan tersebut menyoroti penggunaan istilah seperti “genosida” dan “pengepungan” dalam unggahannya yang menjangkau audiens global yang luas. Greta tidak hanya ngomong di media sosial, dia juga ikut mempertaruhkan nyawanya dengan ikut konvoi Global Sumud untuk menembus blokade Gaza. Dia ditangkap pihak keamanan Israel dan dideportasi.

3. Bassem Youssef: Komedian Mesir-Amerika yang dikenal karena kritik satirisnya terhadap kebijakan Israel.

4. Candace Owens: Komentator AS yang dituduh menyebarkan konten antisemit secara daring, termasuk klaim tentang “kerajaan media Zionis”.

5. Abdel Bari Atwan: Ia adalah seorang jurnalis dan analis politik terkemuka berkebangsaan Inggris-Palestina. Ia dikenal luas sebagai pemimpin redaksi situs berita dunia Arab, Rai al-Youm, yang berbasis di London.

6. Omar Suleiman: Dr. Omar Suleiman adalah seorang cendekiawan Muslim, penulis, dan aktivis hak sipil Amerika Serikat yang sangat berpengaruh. Ia lahir pada 3 Juni 1986 di New Orleans dan memiliki keturunan Palestina. Ia aktif menyuarakan dukungan untuk Palestina dan mengecam genosida yang dilakukan Israel terhadap Gaza.

7. Anastasia Maria Loupis: Anastasia Maria Loupis adalah seorang dokter medis dan figur publik asal Denmark yang dikenal secara internasional karena aktivitasnya di media sosial. Loupis memiliki pengikut yang besar di platform X (Twitter) dan Instagram. Di bio media sosialnya, ia sering menggambarkan dirinya dengan istilah seperti “setengah Viking, setengah Filsuf”. Ia sangat vokal dalam menyuarakan kritik terhadap kebijakan Israel dan sering membagikan konten terkait konflik di Gaza, yang membuatnya populer di kalangan pendukung Palestina.

8. Nick Fuentes: Aktivis sayap kanan AS dan pendiri gerakan “America First.” Ia dituduh anti-semit dan menyangkal Holocaust dan mempromosikan teori konspirasi eksplisit tentang orang Yahudi sebagai musuh peradaban Barat. Ia telah diblokir secara permanen dari berbagai platform besar seperti YouTube, Twitter (X), Facebook, dan Instagram karena melanggar kebijakan ujaran kebencian. Saat ini, ia aktif di platform alternatif seperti Rumble, Telegram, dan situs miliknya sendiri, Cozy.tv.

9. Ian Carroll: Konten kreator yang dikenal luas sebagai pembawa acara “The Ian Carroll Show” di YouTube dan aktif di platform seperti TikTok dan Instagram. Ia sering membahas teori konspirasi, politik luar negeri (terutama terkait Israel-Palestina), sejarah tersembunyi, dan struktur kekuasaan global.

10. Tucker Carlson: Tokoh media Amerika Serikat ini dikritik karena mempromosikan teori konspirasi mengenai pengaruh Yahudi dalam media, keuangan, dan kebijakan luar negeri AS.

Laporan ini disusun oleh kementerian yang dipimpin oleh Amichai Chikli dengan tujuan mengidentifikasi tren wacana daring global yang memusuhi Israel.

Artikel terkait lainnya