PDIP Kritik Keras: Dadan dan Nanik Sama-Sama Bermasalah, Program MBG di Ambang Kehancuran!

DEMOCRAZY.ID – Kader PDI Perjuangan, Jhon Sitorus, ikut bicara mengenai pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) yang ditandai dengan pencopotan Dadan Hindayana dan penunjukan Nanik Sudaryati Deyang.

Dikatakan Jhon, pergantian tersebut tidak akan membawa perubahan berarti apabila persoalan utama yang dihadapi lembaga tersebut berkaitan dengan kompetensi para pejabat yang ditunjuk.

Dadan dan Nanik Sama-sama Bermasalah

Blak-blakan, Jhon melihat baik Dadan Hindayana maupun Nanik Sudaryati Deyang sama-sama tidak memiliki kapasitas yang memadai untuk memimpin BGN.

“Apa bedanya kedua orang ini? Dadan dan Naniek sama-sama enggak kompeten di BGN,” ujar Jhon, Rabu, 3 Mei 2026.

Ia menganggap bahwa pergantian pimpinan yang dilakukan pemerintah tidak menunjukkan adanya upaya serius untuk membenahi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jhon berpandangan bahwa pergantian figur semata tidak akan menyelesaikan persoalan apabila akar masalah yang ada tidak ikut dibenahi.

“Presiden enggak serius memperbaiki pelaksanaan MBG,” tukasnya.

Dengan gaya satir, ia kemudian mengibaratkan pergantian tersebut hanya memindahkan masalah tanpa benar-benar menyelesaikannya.

“Cuma ganti penyakit dari kelamin ke mulut doang,” tandasnya.

Dadan Hindayana Dicopot Prabowo

Presiden Prabowo Subianto mengganti jajaran pimpinan lembaga yang selama ini menjadi ujung tombak pelaksanaan program makan bergizi gratis.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

“Pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional. Pertama adalah Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, kedua Saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, yang ketiga Saudara Sony Sonjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi selama ini di dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional,” kata Pras.

Dilantik Jokowi pada 2024

Dadan Hindayana pertama kali dipercaya memimpin BGN pada masa akhir pemerintahan Presiden ke-7 RI, Jokowi.

Ia dilantik pada Senin, 19 Agustus 2024, sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.

Saat itu, Dadan mendapat mandat untuk mempersiapkan dan mengawal lembaga yang akan menangani program makan bergizi gratis, salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Sebelum menjabat di pemerintahan, Dadan dikenal sebagai akademisi di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Ia merupakan dosen pada Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB.

Riwayat pendidikannya dimulai dari Program Studi Proteksi Tanaman IPB yang ditempuh pada 1986 hingga 1990.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Dadan melanjutkan studi di Jerman.

Ia tercatat menempuh pendidikan di University of Bonn dan Leibniz Universität Hannover, yang keduanya diselesaikan pada 1997.

Miliki Jabatan Fungsional Lektor

Berdasarkan data pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) Kemendikbud, Dadan memiliki jabatan fungsional sebagai lektor dengan kualifikasi pendidikan terakhir jenjang doktor (S3).

Selain aktif mengajar, ia juga menghasilkan sejumlah karya ilmiah yang dipublikasikan, termasuk dalam jurnal internasional.

Beberapa penelitian yang pernah dipublikasikan Dadan antara lain berjudul Preferensi Serangan Tikus Sawah (Rattus argentiventer) terhadap Tanaman Padi.

Selain itu, ia juga menulis karya ilmiah berjudul Keanekaragaman dan Peran Fungsional Serangga Ordo Coleoptera di Area Reklamasi Pascatambang Batu Bara di Berau, Kalimantan Timur.

Karya-karya tersebut menjadi bagian dari rekam jejak akademik Dadan sebelum dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya