DEMOCRAZY.ID – Polemik mengenai dugaan ijazah mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kembali mengguncang panggung politik nasional.
Kali ini, isu tersebut meledak setelah muncul klaim mengejutkan yang menyebut Presiden Prabowo Subianto marah besar kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Isu panas ini pertama kali menggelinding ke publik setelah wartawan senior, Edi Mulyadi, melontarkan pernyataan menohok dalam sebuah tayangan podcast yang kemudian viral dan menjadi perbincangan liar di berbagai platform media sosial.
Dalam potongan video yang beredar luas tersebut, Edi Mulyadi mengaku mendapatkan informasi A1 ini langsung dari salah satu menteri kabinet yang dikenal sangat dekat dengan lingkaran dalam Presiden Prabowo Subianto.
“Saya tanyakan langsung ke menteri yang bersangkutan soal kabar ketidakpuasan Presiden terhadap langkah aparat kepolisian dalam menangani perkara tersebut. Dan info itu dibenarkan,” ujar Edi Mulyadi dalam tayangan tersebut.
Lebih lanjut, Edi mengungkapkan bahwa sang menteri mengonfirmasi adanya respons negatif dari orang nomor satu di Indonesia itu.
“Presiden Prabowo dikabarkan kecewa berat dan mempertanyakan mengapa polisi buru-buru menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait isu ijazah Jokowi,” lanjut Edi menirukan informasi dari sumbernya.
Sontak saja, klaim sepihak ini langsung memicu perdebatan sengit dan membelah opini publik di ruang digital.
Pengamat politik menilai bahwa jika isu ini terus dibiarkan tanpa klarifikasi, dampaknya bisa melebar ke mana-mana.
“Persoalan ini bukan lagi sekadar perkara hukum biasa, melainkan sudah bergeser menjadi komoditas politik tingkat tinggi. Jika benar ada kekecewaan dari Presiden, ini bisa menjadi sinyal adanya ketidaksepahaman di tingkat elite kekuasaan,” tegas seorang pengamat politik nasional saat dimintai tanggapan.
Meski kegaduhan ini sudah terlanjur menggelinding bak bola salju, hingga saat ini belum ada konfirmasi ataupun pernyataan resmi dari pihak Istana Negara maupun Mabes Polri untuk meredam isu liar tersebut.
Di sisi lain, masyarakat mulai mendesak pemerintah agar segera buka suara.
“Kami sebagai masyarakat jadi bingung mana yang benar. Istana atau Mabes Polri harusnya segera memberikan klarifikasi resmi supaya isunya tidak makin liar di medsos,” kata salah seorang warga netizen di kolom komentar platform digital yang viral tersebut.
👇👇
Seperti diketahui, kasus dugaan ijazah Jokowi memang menjadi salah satu isu paling sensitif dalam beberapa tahun terakhir.
Pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) sendiri sebenarnya sudah pernah pasang badan dan menegaskan keaslian dokumen tersebut ke media.
“Kami selaku institusi tempat beliau menempuh pendidikan tinggi sudah mengklarifikasi secara resmi. Ijazah yang bersangkutan (Jokowi) adalah asli dan sah sesuai dokumen kelulusan yang kami miliki,” pungkas pihak kampus dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.
Namun, tindakan tegas kepolisian yang menetapkan para pengkritik sebagai tersangka justru membuat tensi politik kian meninggi dan memunculkan berbagai spekulasi baru.
Di tengah situasi yang memanas ini, tim pemeriksa fakta mengimbau masyarakat untuk tetap berkepala dingin.
“Narasi mengenai adanya tekanan atau intervensi langsung dari Presiden Prabowo kepada Kapolri terkait kasus ijazah ini belum terbukti kebenarannya secara valid. Publik diharapkan tidak menelan mentah-mentah informasi yang belum diverifikasi,” tulis sebuah lembaga fact-checking dalam laporannya.
Kini, bola panas ada di tangan pemerintah. Publik hanya bisa menunggu apakah Presiden Prabowo atau Kapolri Jenderal Listyo Sigit akan turun tangan memberikan klarifikasi resmi, atau membiarkan isu “ketegangan elite” ini terus menggelinding tanpa arah.