DEMOCRAZY.ID – Masjid Fatahillah yang berlokasi di dekat rumah mantan Ketua MPR sekaligus Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, mendapat kiriman sapi kurban berukuran 1,1 ton.
Pengirim sapi kurban tersebut adalah seseorang berinisial ‘TIW’ tanpa mau menyebutkan nama lengkapnya. Misterius bukan?
Selama ini, TIW identik dengan singkatan nama Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya.
Singkatan itu kerap ditemui dalam sejumlah caption foto maupun video di akun Instagram @sekretariat.kabinet.
Dari informasi yang dihimpun, sapi itu dikirimkan pada Rabu (27/5/2026). Sapi jenis Simmental itu dibeli dari peternak di Boyolali oleh ‘seseorang dari Jakarta’.
Pengurus Masjid Fatahillah mengungkapkan proses kedatangan sapi yang dikirimkan oleh sosok berinisial Pak TIW itu.
Takmir Masjid Fatahillah, Muhani, mengatakan dirinya pertama kali dihubungi melalui jalur Babinsa dan dukuh setempat.
Saat itu ada informasi bahwa seorang donatur dari Jakarta ingin menyalurkan hewan kurban ke wilayah Sleman.
“Melalui Pak Babinsa Condongcatur, terus lewat Pak Dukuh menghubungi saya selaku pengurus Masjid Fatahillah. Kami diminta menerima sapi kurban karena Pak TIW ingin berkurban di wilayah Sleman,” kata Muhadi saat dihubungi detikJogja, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Muhadi, masjid yang dikelolanya dipilih karena lokasinya tidak jauh dari kediaman tokoh nasional Amien Rais.
Dari informasi yang diterimanya, pihak pengirim mencari masjid terdekat dari rumah Amien Rais.
“Soalnya Pak TIW itu ingin berkurban di wilayah Sleman, Jogja. Terus ditanya masjid yang terdekat dengan tempatnya Pak Amien Rais mana, ya Masjid Fatahillah ini,” ujarnya.
Meski demikian, Muhadi mengaku tidak mengetahui secara pasti identitas lengkap sosok TIW.
Ia hanya mendapat informasi bahwa pengirim sapi kurban itu berasal dari Jakarta dan diminta untuk tidak menyebarkan nama lengkap donatur tersebut.
“Pak TIW itu dari Jakarta, mereka bilang ‘saya tidak boleh kasih nama, ini rahasia’. Dari yang jual sapinya juga bilang tidak boleh kasih tahu,” ungkapnya.
Muhadi menuturkan, sapi tersebut tiba di Masjid Fatahillah sekitar pukul 02.30 WIB pada malam takbiran.
Hewan kurban itu diantar menggunakan kendaraan bak terbuka oleh tiga orang.
“Itu sampai sini sekitar jam setengah tiga pagi. Yang mengantar tiga orang pakai mobil elsapek itu. Kemarin yang datang ke sini waktu saya tanya, ‘datangnya dari mana, mas?’ Jawabnya dari Ngawi,” ucapnya.
KOMEN NETIZEN:
👇👇
Qurban itu ibadah. Harus dilandasi dengan ketakwaan. Bukan tendensi politik.
— Abu Alma (@AbuAlma54691059) May 29, 2026
Setan dasar. Bahkan hari raya pun ga bisa dihormati sbg hari suci, masih jg dipake untuk intrik manuver politik.
— Aan Girsang (@aknesaan) May 29, 2026
Mending kirim ke pelosok ketimbang buat nyindir orang
Baca Juga— Muhammad Abdul Azis Muslim (@bangdul001) May 29, 2026
Hewan KORBAN yang tidak sah karena tidak jelas kepemilikan hewan korban tersebut….
— budiyanto (@budiyan01) May 29, 2026
Kan pas nyembelih itu dibacain nama sohibul qurbannya. Trs gimana? TIW binti siapa dong bacanya wkwk
— dew 🦠(@seangwannie) May 29, 2026
TIW Tante Impian Wowo???
— MHD_231 (@Jilensky) May 29, 2026