DEMOCRAZY.ID – Laga perempat final Liga Champions Asia Elite antara Al Ahli vs Johor Darul Ta’zim (JDT) diwarnai insiden mengerikan yang kemudian menjadi viral.
Penyerang JDT, Jairo da Silva, harus dilarikan keluar lapangan setelah terkena tendangan salto di wajah yang membuatnya pingsan dan mengalami luka serius.
Momen menegangkan terjadi pada menit ke-36. Bek Al Ahli, Ali Majrashi yang berada cukup jauh dari kotak penalti, mencoba membuang bola dengan gerakan salto.
Namun, kakinya justru mengenai wajah Jairo da Silva. Seketika striker JDT yang tadi mencoba merebut bola itu terkapar jatuh.
Ia langsung pingsan setelah menerima tendangan yang cukup keras di bagian kepalanya.
Sorotan tertuju pada respon wasit dan tim media yang bertugas. Wasit tak cukup sigap dalam merespon insiden itu.
Wasit asal Yordania yang bertugas, Adham Makhadmeh, tak langsung menyadari pemain JDT pingsan dan justru menghampiri Ali Majrashi yang juga terkapar untuk memberi kartu merah lebih dulu.
Lihat postingan ini di Instagram
Padahal situasi lebih krusial tertuju pada Jairo. Kapten JDT Natxo Insa sudah menunjukkan wasit kondisi rekannya, namun Makhadmeh justru tak segera memanggil tim medis masuk.
Natxo Insa yang melihat lambannya pergerakan tim medis terlihat marah. Ia bahkan berlari jauh untuk mengambil tandu yang kemudian baru diikuti tim medis.
Para pemain lainnya tampak memegang tangannya di kepala seakan berharap kondisi Jairo tak memburuk.
Jairo akhirnya dibawa keluar lapangan dengan tandu, bukan langsung menggunakan ambulance meski terlihat cukup parah.
Media Arab Saudi, Okaz melaporkan, Jairo kemudian dibawah ke Kompleks Medis Raja Abdullah yang berjarak 15 menit dari stadion.
“Pemain kehilangan kesadaran dan dipindahkan ke rumah sakit terdekat untuk melakukan tes yang diperlukan untuk mengkonfirmasi jenis cedera yang diderita pemain di leher dan wajah,” tulis Okaz.
Disana, Jairo menjalani operasi kecil pada bibirnya dan mendapatkan 30 jahitan dan saat kondisinya sudah stabil.
“Operasi dijelaskan kepada pemain dan prosedur yang diambil di hadapan staf medis yang menemani pemain, dan terima kasih kepada Tuhan, mereka senang dengan hasil akhir dari kondisi pemain,” kata dokter yang menanganinya.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebelum insiden terjadi, JDT sempat unggul lebih dulu pada menit ke-19. Gol tercipta lewat situasi unik ketika umpan Jairo justru berujung gol bunuh diri Ali Majrashi.
Namun, meski kehilangan satu pemain, Al Ahli mampu menyamakan kedudukan di masa injury time babak pertama.
Berawal dari sepak pojok Galeno, bola disundul Franck Kessié untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Memasuki babak kedua, Al Ahli tetap tampil dominan meski bermain dengan 10 orang. Mereka akhirnya berbalik unggul 2-1 pada menit ke-54.
Kali ini, Galeno yang sebelumnya menjadi kreator gol, mencatatkan namanya di papan skor. Ia melepaskan tembakan keras tanpa kawalan yang gagal dihentikan kiper JDT, Andoni Zubiaurre.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh JDT FANS PAGES FOOTBALL CLUB 💙❤️ (@johor_futbol)
JDT sempat memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-67.
Namun, kiper Al Ahli, Édouard Mendy, tampil gemilang dengan penyelamatan penting dari peluang Yago César.
Di penghujung laga, Mendy kembali menjadi pahlawan setelah menggagalkan peluang Óscar Arribas, memastikan kemenangan 2-1 untuk Al Ahli tetap bertahan.
Kemenangan ini membawa Al Ahli melaju ke semifinal, di mana mereka akan menghadapi Vissel Kobe yang sebelumnya menyingkirkan Al Sadd lewat adu penalti.
Meski tersingkir, JDT tetap mencatat sejarah dengan berhasil menembus perempat final—pencapaian terbaik mereka di kompetisi ini.
Lihat postingan ini di Instagram
Sumber: Tribun