Kunci Kekuasaan Gibran: Pengamat Ungkap “Dalang” di Balik Masa Depan Politiknya!

DEMOCRAZY.ID – Guru Besar Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ridho Al-Hamdi, menilai masa depan politik Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka masih sangat dipengaruhi oleh faktor Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, sulit memisahkan sosok Gibran dari pengaruh politik sang ayah hingga saat ini.

Terkait pernyataan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyebut masa depan politik Gibran ditentukan oleh kinerjanya dan bukan oleh Jokowi, kata dia, merupakan hal yang wajar.

Sebab, PSI selama ini memang dikenal sebagai partai pendukung Jokowi dan kini dipimpin oleh Kaesang Pangarep, adik Gibran.

“Ya namanya juga buzzer dari partai pendukung apalagi partai bapaknya, ketua umum adiknya. Ya kita maklumi aja namanya dalam politik, kan gak mungkin namanya adiknya, partai pendukungnya kok menjelek-jelekkan,” kata Ridho, Senin (22/6/2026).

Dalam kesempatan ini, Ridho turut mempertanyakan capaian konkret Gibran selama menjabat sebagai wakil presiden.

Menurutnya belum ada kebijakan maupun program yang benar-benar dirasakan masyarakat dan dapat dijadikan pembeda antara Gibran sebagai anak Jokowi dan Gibran sebagai wapres.

“Kalau kita bicara soal kinerja Gibran sebagai wapres, ya gak tahu apa ya kinerja yang dia lakukan karena setiap tampil ke hadapan publik aja sebenarnya isi omongannya pun kita gak tahu apa yang ingin disampaikan, daripada sekadar basa-basi saja yang ada di depan publik,” ungkapnya.

Ia mengatakan, berbagai janji yang pernah disampaikan Gibran, termasuk terkait penciptaan lapangan pekerjaan maupun hilirisasi, hingga kini belum terlihat wujud konkretnya.

Hal itu yang membuat publik masih kesulitan mengidentifikasi capaian yang benar-benar lahir dari peran Gibran di pemerintahan.

“Namun sampai detik ini belum ada, kan? Kinerja yang bisa kita rasakan dari janji, misal lapangan pekerjaan, apa pun itu yang pernah dia janjikan, toh hari ini belum terwujud dengan konkret,” tegasnya.

“Hilirisasi, apa makna dari hilirisasi? Jadi tidak ada yang bisa kita rasakan kinerja dari wapres periode sekarang ini,” imbuhnya.

Disebutkan Ridho, terbatasnya peran Gibran tidak lepas dari gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya sangat dominan.

Dalam berbagai kesempatan, ia hanya melihat Gibran lebih banyak hadir sebagai pendamping presiden tanpa peran substantif yang menonjol.

“Prabowo ini ingin dominan dan Prabowo menyadari Gibran itu sepertinya tidak bisa ngapa-ngapain, ya diberikan ruang yang kecil saja untuk wapresnya melakukan kinerja sebagai wapresnya,” ujarnya.

Apalagi selama ini aktivitas Gibran di ruang publik masih didominasi kunjungan lapangan dan menghadiri berbagai acara seremonial.

Aktivitas semacam itu, kata dia, belum cukup untuk menunjukkan kapasitas dan prestasi politik seorang wakil presiden.

Ridho pun menegaskan bahwa keberhasilan Gibran meraih posisi wakil presiden tidak dapat dilepaskan dari pengaruh Jokowi yang telah membangun jaringan politik yang kuat selama menjabat sebagai presiden.

Hal itu sebagai bukti pula bahwa pengaruh Jokowi masih akan menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan politik Gibran.

“Jadi sulit untuk mengatakan Gibran itu tidak karena Jokowi. Jelas dia terpilih kemarin karena Jokowi. Kemudian Jokowi siap turun gunung itu tidak bisa tidak untuk mengatakan ya semua masih karena efek bapaknya, gitu ya. Itu tidak bisa dimungkiri,” tandasnya.

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya