DEMOCRAZY.ID – Kabar yang menyebut Roy Suryo dan Dokter Tifa telah ditangkap Polda Metro Jaya memunculkan beragam spekulasi di ruang publik.
Ketua Kagama Cirebon Raya, Heru Subagia, menilai isu tersebut tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik nasional yang saat ini tengah diwarnai berbagai polemik, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, hingga gerakan mahasiswa yang belakangan menjadi sorotan.
Dikatakan Heru, perhatian publik saat ini sebenarnya sedang tertuju pada sejumlah isu yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Heru menekankan bahwa terdapat banyak persoalan yang sedang menjadi bahan diskusi publik dan mendapat perhatian luas dari masyarakat.
“Pada dasarnya saya melihat ada permainan politik dan manajemen publik yang dilakukan Jokowi,” ujar Heru, Jumat (19/6/2026).
Ia menyebut masyarakat saat ini sedang fokus membahas sejumlah isu nasional yang dianggap menyentuh kepentingan publik.
“Saat ini masyarakat sedang berdialog dan turun ke jalan dalam ruang isu MBG, Koperasi Merah Putih, pemborosan anggaran, dan isu lain yang menyentuh hajat kebutuhan orang banyak,” tukasnya.
Tidak hanya itu, Heru juga menyinggung munculnya nama mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang belakangan ramai diperbincangkan.
“Yang kemudian berkaitan dengan pergerakan mahasiswa, Tiyo Ardianto yang sedang menjadi buah bibir politik nasional,” imbuhnya.
Heru berpandangan ruang gerak politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi saat ini semakin banyak dikaitkan dengan polemik ijazah.
Menurutnya, isu tersebut kembali mendapat perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir.
“Selanjutnya, porsi kegiatan politik Jokowi saat ini mengalami penyempitan berkaitan dengan polemik ijazah,” bebernya.
Ia menduga terdapat upaya untuk kembali menarik perhatian publik ke isu tersebut.
“Langkah dan tindakan Jokowi untuk mengambil alih isu dan kendali isu nasional, membuat kembali kegaduhan dalam pusaran konflik ijazah,” terangnya.
Heru kemudian menyinggung pertemuan antara Rismon Hasiholan Sianipar dan Jokowi yang berlangsung baru-baru ini.
Baginya, pertemuan tersebut memiliki makna politik tersendiri.
“Ada dua hal. Sebenarnya Jokowi sudah memainkan peran terhadap dirinya dan isu politik saat ini coba dilahirkan kembali,” tutur Heru.
“Pertama, pertemuan Rismon dengan Jokowi untuk kedua kalinya,” tambahnya.
Dalam pertemuan itu, kata Heru, Rismon diketahui memberikan sebuah buku kepada Jokowi. Ia menilai langkah tersebut dapat dibaca sebagai bagian dari strategi politik tertentu.
“Rupanya ini bagian dari manuver tersendiri bagi Jokowi dan elektabilitas serta tindakan politiknya untuk mempertahankan pengaruhnya dalam politik nasional,” imbuhnya.
Selain pertemuan Jokowi dan Rismon, Heru juga menyoroti kabar mengenai Roy Suryo dan Dokter Tifa.
Ia mengaku memiliki dugaan tersendiri terkait munculnya informasi tersebut.
“Kedua, penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa oleh penyidik Polda Metro Jaya, saya yakin ada kaitannya dengan pengaruh Solo,” tukasnya.
Kata Heru, isu tersebut berpotensi kembali memunculkan kegaduhan politik di tingkat nasional.
“Sebenarnya inilah yang diminta Jokowi, bagaimana kegaduhan langkah politiknya, salah satunya berkaitan penangkapan Roy Suryo dan Tifa,” jelasnya.
Ia bahkan menilai peristiwa tersebut bisa memberikan dampak politik tertentu bagi Jokowi.
“Ini memberikan daya ledak elektabilitas yang saat ini Jokowi digadang-gadang menjadi bagian orang paling berpengaruh di PSI,” bebernya.
Lebih jauh, Heru mengemukakan dugaannya bahwa kabar tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan proses hukum.
Ia menduga ada kaitan dengan dinamika gerakan mahasiswa yang berkembang belakangan ini.
“Saya curiga penangkapan ini bukan secara langsung mengenai proses hukum itu sendiri, tetapi indikasi Roy dan Tifa disinyalir ikut terlibat dalam gerakan mahasiswa,” tegasnya.
Heru mengaitkan hal tersebut dengan aksi-aksi mahasiswa yang belakangan muncul di berbagai daerah.
“Gerakan yang berbau menggulingkan kekuasaan Prabowo-Gibran. Ini prediksi kita, bagaimana suatu kejadian yang aneh,” tandasnya.
Sebagai dasar pandangannya, Heru menyinggung dukungan yang pernah disampaikan Roy Suryo terhadap gerakan mahasiswa.
“Roy Suryo dalam tayangan video memberikan dukungan kepada gerakan mahasiswa yang saat itu demo Reformasi Jilid II,” kuncinya.
Berdasarkan informasi yang didapatkan, Roy Suryo sebenarnya dijemput dan ditangkap oleh penyidik Polda Metro Jaya di kediamannya pada pagi hari.
Sementara Dokter Tifa ditangkap penyidik Polda Metro Jaya di apartemennya pada hari Jumat, 19 Juni 2026, sekitar pukul 06.47 WIB.
Sumber: Fajar