KISAH Rizal, Guru Honorer Yang Tiba-Tiba Jadi ‘Pemilik’ Ferrari: Foto KTP Saya Diganti Orang Lain

DEMOCRAZY.ID – Nasib nahas menimpa Rizal Nurdimansyah (39), seorang guru honorer di salah satu SMP di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Tanpa pernah memiliki uang miliaran rupiah, identitasnya mendadak tercatat sebagai pemilik mobil mewah Ferrari 458 Speciale Aperta seharga Rp 4,2 miliar.

Warga Desa Winduherang, Kecamatan Cigugur ini mengaku sangat terkejut saat mengetahui namanya masuk dalam daftar pemilik kendaraan supercar tersebut di database Samsat. Padahal, sehari-hari ia hanya mengandalkan mobil Kijang lawas dan satu unit sepeda motor untuk beraktivitas.

“Awalnya dari teman saya di sekitar rumah, ada yang mengasih kabar bahwa ‘Aa Rizal katanya beli Ferrari’. Terus saya cek ke Samsat, ternyata benar. Ya kaget, terkejut,” ujar Rizal saat dihubungi Kompas.com, Kamis (16/4/2026) petang.

Bermula dari Telepon Misterius dan Iming-iming Rp 5 Juta

Kejadian ini diduga kuat merupakan tindak pencatutan identitas yang terencana.

Rizal menceritakan, rangkaian peristiwa bermula pada Kamis (2/4/2026) siang saat ia menerima telepon dari orang tak dikenal.

Dalam percakapan tersebut, si penelepon bermaksud meminjam data identitas Rizal dengan alasan untuk keperluan pembelian mobil milik atasannya.

Meski sempat diiming-imingi uang jutaan rupiah, Rizal dengan tegas menolak.

“Ada yang nelpon, 2 April tuh, minta data diri untuk pembelian mobil untuk bosnya, tapi saya menolak. Berapa menit kemudian teh, telpon lagi, iming-iming imbalan Rp 5 juta, tapi saya tetap nolak,” ungkap Rizal.

Namun, penolakan tersebut rupanya tidak menghentikan aksi pelaku.

Sepekan setelah telepon misterius itu, tepatnya pada 9 April 2026, transaksi pembelian mobil mewah tersebut resmi tercatat menggunakan identitas Rizal.

Temukan Kejanggalan: Data KTP Benar, Foto Berbeda

Rasa penasaran membawa Rizal mendatangi kantor Samsat Polres Kuningan pada Selasa (14/4/2026). Setelah melakukan pengecekan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), ia mendapati fakta mencengangkan.

Ia tidak hanya terdaftar sebagai pemilik Ferrari, tetapi juga menemukan adanya pemalsuan dokumen fisik.

Di kantor BPKB, Rizal melihat fotokopi KTP yang digunakan untuk administrasi kendaraan tersebut memang mencantumkan data dirinya, namun foto yang tertera adalah wajah orang lain.

“Di kantor BPKB, mendapati dokumen fotokopi KTP dengan data diri saya, namun menggunakan foto orang lain,” jelasnya.

Khawatir Pajak Ratusan Juta dan Masalah Hukum

Ketakutan utama Rizal saat ini adalah beban pajak kendaraan mewah (pajak progresif) yang bisa mencapai angka ratusan juta rupiah per tahun.

Selain itu, ia khawatir jika kendaraan tersebut terlibat dalam tindak pidana atau masalah hukum di masa depan.

Atas saran petugas, Rizal segera melakukan langkah antisipasi:

Pemblokiran Data: Melakukan pemblokiran kendaraan melalui aplikasi resmi agar tagihan pajak tidak jatuh kepadanya.

Laporan Polisi: Mendatangi Satreskrim Polres Kuningan untuk melaporkan dugaan pemalsuan identitas.

Kasat Reskrim Polres Kuningan, IPTU Abdul Aziz, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan.

“Sudah kami terima. Laporannya perihal dugaan pemalsuan data. Kita akan pelajari dan dalami terlebih dahulu,” kata Aziz singkat.

Kasus yang dialami Rizal menjadi peringatan keras bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi.

Bagi seorang guru honorer, pencatutan ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan ancaman finansial yang nyata.

Jika tidak segera diblokir, Rizal terancam kehilangan haknya untuk mendapatkan bantuan sosial atau subsidi dari pemerintah di masa depan karena dianggap sebagai orang mampu yang memiliki kendaraan mewah.

Polisi kini fokus melacak siapa sosok di balik telepon misterius dan siapa “bos” sebenarnya yang menggunakan identitas rakyat kecil untuk menghindari kewajiban pajak.

Sumber: Kompas

Artikel terkait lainnya