DEMOCRAZY.ID – Pernyataan pihak kuasa hukum Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Firman Pangaribuan, yang menyebut kliennya siap hadir dan menunjukkan ijazah asli—mulai dari tingkat SD hingga S1—di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, menuai keraguan tajam dari berbagai pihak.
Salah satunya datang dari Ketua Dewan Pembina Partai Ummat, Amien Rais.
Melalui unggahan video di kanal YouTube Amien Rais Official yang dikutip pada Kamis (9/7/2026), Amien secara terbuka meminta masyarakat untuk tidak menaruh ekspektasi berlebih terhadap janji tersebut.
Ia menilai pernyataan pihak kuasa hukum hanyalah retorika yang patut dipertanyakan validitasnya.
Saat ini, PN Jakarta diketahui tengah memproses kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang melibatkan Tifauzia Tyassuma atau yang lebih dikenal sebagai Dokter Tifa.
Kasus ini berakar pada tuduhan ijazah palsu yang selama beberapa tahun terakhir menjadi komoditas panas dalam diskursus politik nasional.
Di sisi lain, perkembangan hukum juga tengah berlangsung di PN Jakarta Selatan, di mana pihak terdakwa lainnya, pakar telematika Roy Suryo, diketahui masih menempuh upaya hukum praperadilan guna menguji sah atau tidaknya proses penyidikan yang menjeratnya.
Dalam narasinya, Amien Rais menyoroti preseden buruk terkait sikap Joko Widodo dalam menanggapi tuntutan transparansi ijazah.
Amien mengingatkan kembali peristiwa pada Rabu, 16 April 2025, ketika kediaman pribadi Joko Widodo di Sumber, Solo, didatangi massa dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).
Pada saat itu, massa menuntut hal yang serupa: pembuktian fisik ijazah asli pendidikan formal mantan presiden tersebut.
Namun, saat itu Joko Widodo menolak untuk memenuhi tuntutan massa dengan alasan bahwa dirinya tidak memiliki kewajiban untuk melayani desakan tersebut di luar koridor hukum.
“Tahun lalu saja pada 16 April 2025, Jokowi diserbu massa dari TPUA agar menunjukkan ijazah aslinya, dia cuma berkelit. Kelitnya itu adalah: ‘Saya akan tunjukkan ke pengadilan bila diminta oleh hakim’. Sekarang setelah ada di pengadilan, apakah dia benar-benar akan datang?” tanya Amien dengan nada skeptis.
Tidak berhenti di situ, Amien Rais melontarkan kritik pedas terhadap sosok Joko Widodo.
Ia dengan tegas melabeli mantan presiden tersebut dengan sebutan the king of liars atau “raja para pembohong”.
Menurut Amien, rekam jejak perilaku Joko Widodo di masa lalu menjadi dasar kuat bagi publik untuk bersikap hati-hati dalam mempercayai janji-janji yang dilontarkan pihak kuasa hukumnya saat ini.
“Penipu bernama Jokowi itu tetap saja menipu,” pungkas Amien dalam video tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kuasa hukum Joko Widodo belum memberikan respons lebih lanjut terkait keraguan yang disampaikan oleh Amien Rais.
Publik kini menanti, apakah momen di ruang sidang nanti akan menjadi pembuktian nyata atau sekadar drama hukum yang kembali berakhir tanpa jawaban yang memuaskan masyarakat.