DEMOCRAZY.ID – Tersangka dalam perkara dugaan penyebaran fitnah terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rustam Effendi, mengaku memperoleh informasi bahwa berkas perkaranya bersama dua tersangka lain akan segera memasuki tahap pelimpahan ke kejaksaan.
Pernyataan itu disampaikan Rustam melalui sebuah video yang beredar di media sosial.
Ia menyebut siap menghadapi proses hukum yang akan berjalan.
Rustam mengungkap adanya informasi terkait perkembangan penanganan perkara yang menjerat dirinya bersama dua tersangka lainnya.
“Informasi terbaru bahwasannya tiga tersangka selanjutnya, saya, Rustam Effendi, Kang Rizal Fadillah dan Ibu Kurnia Tri Royani, katanya berkasnya akan segera dilimpahkan ke tahap berikutnya,” ujar Rustam, Selasa (14/7/2026).
Meski mengaku akan segera menghadapi proses hukum lanjutan, Rustam menegaskan dirinya tidak gentar apabila nantinya harus berhadapan dengan Jokowi di persidangan.
“Buat saya, insya Allah saya siap. Siap untuk berhadapan-hadapan dengan Jokowi penjahat,” ucapnya.
Rustam kemudian berharap majelis hakim maupun jaksa menghadirkan pihak-pihak yang sebelumnya telah dilaporkannya ke Bareskrim Polri.
“Jaksa, Hakim, harus nama-nama yang sudah kami laporkan di Bareskrim ini harus dipanggil,” tegasnya.
Baginya, langkah tersebut diperlukan agar polemik mengenai ijazah Jokowi benar-benar tuntas.
“Supaya apa? Supaya benar-benar tuntas masalah ijazah ini. Agar, dia tidak bisa ngomong lagi, UGM telah mengakui, polisi (juga mengakui),” imbuhnya.
Tidak berhenti di situ, Rustam kembali menyinggung sejumlah nama yang sebelumnya juga pernah disebutnya.
“Tapi, orang-orang ini sudah saya sebutkan, Eko Sulistio, Eko Panjul. Orang-orang ini udah saya sebutkan,” jelasnya.
Selanjutnya, ia melontarkan tuduhan kepada pihak yang disebutnya tersebut.
“Orang ini adalah aktivis PKI yang bekerja di balik layar ijazah Jokowi,” terangnya.
Rustam juga mengklaim bahwa salah satu nama yang disebutnya telah mengetahui adanya laporan yang dibuat pihaknya.
“Jadi kemarin senior saya sudah ketemu Eko. Eko ketemu dengan senior saya. Dia tahu kalau dia sudah dilaporkan sama kita-kita ini,” timpalnya.
Ia lantas menantang pihak yang disebutnya agar memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.
“Tapi sampai hari ini gak berani tampil yang namanya Eko Sulistio nih. Eko, lu tampil. Lu ngomong sejujurnya,” Rustam menuturkan.
“Kalau nggak lu tampil, lu penakut, lu pengecut, lu brengsek. Lo kurang ajar. Lo merusak bangsa ini. Lu membuat gaduh,” tambahnya.
Lebih jauh, Rustam kembali mengungkap pandangannya mengenai polemik ijazah Jokowi.
“Yang nanti akan diadakan itu juga dari Bonjo juga aneh-aneh gitu loh. Jadi diduga kok memang ini palsu nih. Ini buatan pasal pramuka,” cetusnya.
Ia bahkan menyinggung bentuk stempel yang menurutnya digunakan.
“Stempelnya stempel sendal jepit nih kayaknya. Yang bisa dibikin dengan Rp25.000-Rp15.000 jadi stempel gitu loh,” ucap dia.
“Nah artinya ini emang mainan orang-orang cetakan nih,” sambung dia.
Rustam bilang, jika merujuk pada fakta-fakta yang ditemukan timnya bersama Roy Suryo, maka keaslian ijazah Jokowi sudah bisa disimpulkan.
“Jadi bodoh sekali kalau orang meyakini ijazah itu asli gitu loh. Karena sudah berapa kali disebutkan ini yang buat Eko Sulistio, Eko Panjul, Eko Kurang Ajar loh, Eko Lo Ketemu gue Sikat loh,” kuncinya.
Sumber: Fajar