DEMOCRAZY.ID – Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina melaporkan bahwa otoritas Israel terus melakukan pelanggaran terhadap situs-situs suci umat Islam dan Kristen sepanjang Mei lalu.
Tercatat ada 23 kali penyerangan ke Masjid Al-Aqsa dan 74 kali larangan salat di Masjid Ibrahimi Hebron.
Menurut laporan bulanan kementerian, seperti dikutip dari WAFA, Senin (8/6/2026), pasukan Israel juga memberlakukan pembatasan akses yang sangat ketat ke Masjid Al-Aqsa, melarang sejumlah besar warga Palestina untuk menunaikan salat di sana.
Dilaporkan pula bahwa ribuan pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa melalui Gerbang Maroko pada pagi dan siang hari dengan pengawalan ketat polisi.
Penyerangan terbesar tercatat pada 14 Mei, bertepatan dengan ‘Hari Yerusalem’.
Pada momen tersebut, lebih dari 1.400 pemukim, termasuk para menteri, anggota Knesset, dan tokoh ekstremis lainnya, nekat memasuki situs suci tersebut.
Kementerian mencatat bahwa kelompok-kelompok ekstremis Temple terus menggalang dukungan untuk lebih intens masuk ke kompleks masjid.
Mereka secara agresif mendorong kebijakan yang bertujuan untuk menempatkan kompleks masjid sepenuhnya di bawah kedaulatan Israel.
Laporan itu juga menyoroti peningkatan aktivitas dan ritual keagamaan yang dilakukan para pemukim di halaman masjid.
Aksi provokatif tersebut meliputi sembahyang berjemaah, bernyanyi, menari, hingga mengibarkan bendera Israel.
Kendati berada di bawah pembatasan ketat Zionis, puluhan ribu warga Palestina tetap hadir menunaikan salat Jumat di Masjid Al-Aqsa.
Sementara itu, sekitar 140.000 jemaah berhasil menembus barikade untuk melaksanakan salat Iduladha di sana.
Terkait situasi di Masjid Ibrahimi di Hebron, kementerian mencatat kedatangan 425 tentara Israel ke kompleks masjid tersebut sepanjang Mei.
Pihaknya juga melaporkan pembatasan akses yang hingga kini masih terus terjadi.
Pelanggaran itu mencakup penutupan sejumlah ruang masjid, kendala yang dihadapi staf dan jemaah, penundaan azan, hingga pemeriksaan rutin yang ketat terhadap para pengunjung.
Sumber: Inilah