DEMOCRAZY.ID – Kisah pilu dialami Heru Baskoro (84), putra tokoh Proklamasi Republik Indonesia (RI) Sayuti Melik, bersama Treyzia Noviani (65), istrinya yang merupakan cucu pahlawan nasional Agus Salim.
Pasangan lanjut usia tersebut terkini menjalani kehidupan serba kekurangan di sebuah rumah kontrakan berukuran dua petak di Jalan Cipendawa Baru, Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi.
Selama kurang lebih tiga bulan terakhir, keduanya diketahui mengontrak di rumah sederhana dengan biaya Rp 560 ribu per bulan.
Kondisi ekonomi yang memburuk membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, hingga kesulitan untuk makan.
Melihat kondisi tersebut, Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi menjemput Heru Baskoro dan istrinya pada Senin (13/7/2026) untuk mendapatkan penanganan sosial.
Kepala STPL Bekasi, Budi Satriyo, mengatakan, kondisi pasutri lansia tersebut saat ini bukan tanpa sebab.
Berdasarkan hasil asesmen, Heru dan Treyzia sebelumnya sempat tinggal dan bekerja di Kanada.
Namun, ia kembali ke Indonesia untuk menjalani operasi kornea mata.
Sayangnya, tindakan medis tersebut menghabiskan banyak biaya hingga berdampak pada kondisi ekonomi keluarga.
“Secara fisik, istrinya masih bisa beraktivitas, kalau Pak Heru pernah operasi kornea, terus ke Indonesia ingin operasi kornea lagi dari yang ahli, ternyata tidak cocok, sehingga uangnya habis,” kata Budi kepada Tribun Bekasi, Selasa (14/7/2026).
Akibat kondisi tersebut, pasangan lansia itu kesulitan membayar kontrakan maupun memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
STPL telah melakukan asesmen sebelum membawa pasangan lansia tersebut.
Di STPL, seluruh kebutuhan dasar pasangan tersebut dipenuhi, mulai tempat tinggal, makanan hingga kebutuhan pribadi sehari-hari.
Selain memenuhi kebutuhan pokok, STPL juga memberikan beragam aktivitas yang sesuai dengan kondisi Lanjut Usia (Lansia) agar yang bersangkutan tetap memiliki kegiatan selama menjalani masa pendampingan.
Meski kini telah mendapatkan tempat tinggal dan pendampingan dari STPL, Budi menyebut pasangan lansia itu masih memiliki keinginan untuk kembali ke Kanada.
Informasi tersebut diperoleh dari Treyzia saat proses asesmen berlangsung.
Budi menegaskan, pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut ke pemerintah pusat.
STPL masih menunggu arahan terkait langkah yang akan diambil, termasuk kemungkinan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
Hanya saja, selama berada di STPL, kondisi kesehatan Heru dan Treyzia terus dipantau melalui layanan klinik.