Firtz Alor Boy Sindir Roy Suryo: Beruntung Saya Bukan Pengacara Jokowi, Bisa Habis Kamu!

DEMOCRAZY.ID – Ketua Umum Perkumpulan Anak Jokowi (Pajo), Fritz Alor Boy, yang juga berprofesi sebagai advokat, mengatakan Roy Suryo beruntung karena dirinya bukan pengacara Jokowi dalam perkara tersebut.

“Woy Roy Suryo, kamu itu beruntung. Kenapa? Saya bukan pengacara Pak Jokowi, itu saja,” ujar Alor Boy, Kamis (9/7/2026).

Dijelaskan Alor Boy, dalam perkara tersebut Jokowi berkedudukan sebagai korban. Karena itu, proses penuntutan menjadi kewenangan jaksa.

“Terus, karena Pak Jokowi adalah korban, biasanya jaksa yang ambil alih sebagai pengacara negara untuk membela Pak Jokowi. Dan sebagai penuntutan,” ucapnya.

Alor Boy kemudian menyebut, apabila dirinya menjadi kuasa hukum Jokowi, ia akan menghadapi Roy Suryo secara maksimal di persidangan.

“Nah, seandainya saya yang pengacara Pak Jokowi, Roy Suryo, lu habis. Saya kuliti lu sampai lu melangis di pengadilan,” sebutnya.

Alor Boy: Jangan Tes Persoalan UGM

Tidak berhenti di situ, sebagai salah seorang alumni, Alor Boy juga menyinggung isu yang berkaitan dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Ya, belum tahu Alor Boy kalau adili orang di pengadilan, ya. Jangan tes. Apalagi lu tanya, bilang, persoalan UGM segala,” timpalnya.

Ia mengaku akan menggunakan latar belakang keilmuannya untuk menghadapi Roy Suryo apabila berhadapan di pengadilan.

“Ini teknik langsung lu akan berurusan, ya. Saya akan adili lu dengan menggunakan ilmu teknik,” Alor Boy menuturkan.

“Lu harus kuasai ilmu teknik. Kalau lu tidak kuasai, saya tanya dasar-dasar hukum, dasar-dasar ilmu teknik. Lu tidak paham, lu habis. Ku hajar lu benar-benar di pengadilan,” tambahnya.

Tegaskan Kembali Roy Suryo dan Tifa Beruntung

Lebih jauh, Alor Boy kembali menegaskan Roy Suryo dan dokter Tifauzia Tyasumma beruntung karena bukan dirinya yang menjadi pengacara Jokowi.

“Tapi untungnya bukan saya pengacara Pak Jokowi, ya. Ini advokat yang kritis, ya. Apalagi anak teknik baru jadi pengacara. Untung, Roy Suryo, Tifa. Selamat buat lu. Kalau saya dapat lu, saya kuliti lu sampai lu menangis dan kencing di pengadilan,” kuncinya.

Sebelumnya, Sosiolog Hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Ciek Julyati Hisyam, mengusulkan agar ijazah Presiden ke-7, Jokowi, yang dipersoalkan diperiksa melalui laboratorium independen.

Usulkan Uji di Laboratorium Independen

Dikatakan Ciek, langkah tersebut dapat menjadi jalan untuk mengakhiri perdebatan yang terus bergulir di ruang publik.

Ia menegaskan pemeriksaan terhadap ijazah sebaiknya dilakukan oleh lembaga yang independen agar hasilnya dapat dipercaya semua pihak.

“Saya mengatakan bahwa harus dilakukan oleh laboratorium independen,” ujar Ciek dikutip fajar.co.id, Kamis (9/7/2026).

Ia kemudian menyinggung dokumen yang sebelumnya diunggah oleh Jubir PSI, Dian Sandi Utama.

“Jadi nanti dibawa. Itu yang tadi produknya (diupload) Dian Sandi,” tukasnya.

Prof. Ciek juga mempertanyakan dari mana Dian Sandi memperoleh dokumen yang diunggahnya ke publik.

Menurutnya, hal itu juga perlu diklarifikasi dalam proses pembuktian.

“Apakah Dian Sandi itu punya ijazah itu sampai bisa mengupload seperti itu? Nah Dian Sandi dapetin dari siapa?,” timpalnya.

Karena itu, ia meminta agar dokumen yang diunggah tersebut turut dihadirkan.

“Nah sekarang dimintalah sama Dian Sandi itu. Ijazah yang tadi dia upload tadi,” jelasnya.

Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah yang Disimpan

Selain dokumen yang diunggah Dian Sandi, Prof. Ciek juga menyinggung ijazah yang disebut berada dalam penguasaan Jokowi.

Ia merujuk pada penjelasan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menyatakan ijazah telah diserahkan kepada pemiliknya.

“Kemudian yang punyanya Pak Jokowi itu kan Pak Jokowi yang simpan. Menurut UGM, kan tidak disimpan oleh UGM. Tapi sudah diserahkan kepada Pak Jokowi,” terangnya.

Kata dia, kedua dokumen tersebut dapat diperiksa secara bersamaan agar polemik segera berakhir.

“Yang nyimpan Pak Jokowi, ayo keluarkan. Udah periksa coba dua-duanya. Kelar gitu loh. Oleh independen gitu loh,” imbuhnya.

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya