

DEMOCRAZY.ID – Tokoh politik senior, Amien Rais, kembali melayangkan kritik keras dan bernada menyerang terhadap mantan Presiden Joko Widodo.
Dalam sebuah pernyataan yang sarat akan konfrontasi, Amien menyoroti ketidakhadiran Jokowi dalam persidangan terkait kasus dugaan ijazah palsu yang hingga kini masih menjadi perhatian publik.
Amien Rais secara eksplisit meragukan integritas Jokowi.
Ia menilai bahwa ketidakhadiran sosok yang ia sebut dengan julukan “Mukidi” tersebut di kursi persidangan adalah bukti nyata dari ketidakmauan yang bersangkutan untuk menghadapi fakta hukum.
“Luar biasa jika Jokowi berani datang ke persidangan. Tapi, dasar Jokowi alias Mukidi, memang manusia pembohong,” ujar Amien dalam pernyataan kerasnya.
Lebih lanjut, ia menggambarkan kondisi fisik Jokowi dengan narasi yang sangat personal.
Menurut Amien, meskipun kondisi kesehatan Jokowi sempat menjadi sorotan publik di masa lalu—dengan berbagai narasi mengenai kondisi kulit maupun gestur tubuhnya—hal tersebut tidak lantas mempermudah pembuktian ijazah yang selama ini menjadi kontroversi.
“Nalar saya menyimpulkan, sampai kambuh sakit kulitnya yang ajaib dulu dan jalannya sedikit gontai dengan mata sedikit sembab serta tubuhnya makin kurus, tidak pernah bisa Jokowi menunjukkan ijazah yang dia gembar-gemborkan itu,” tambahnya.
Dalam pernyataannya, Amien Rais mempertegas posisinya dengan memberikan julukan baru kepada mantan Presiden tersebut.
Ia membandingkan julukan yang pernah disematkan oleh BEM UI, yakni King of Lip Service, dengan label yang lebih keras menurut versinya.
“Nah sekarang, the king of liars atau raja para pembohong alias penipu bernama Jokowi itu tetap saja menipu,” cetusnya.
Menutup pernyataannya, Amien Rais menyinggung soal akhir masa jabatan dan nasib seseorang yang ia klaim sebagai pemimpin zalim.
Ia menyinggung perihal tahun 2029 sebagai periode yang menentukan, namun tidak menutup kemungkinan adanya intervensi takdir yang lebih cepat.
“Akhir nasib Mukidi ini insyaallah akan berakhir pada tahun 2029 besok. Tetapi bisa juga lebih cepat. Tidak ada yang tahu nasib manusia kecuali Allah SWT. Namun, ada satu hal yang sudah pasti: tidak ada manusia zalim yang selamat di dunia dan akhirat,” pungkasnya.
Pernyataan Amien Rais ini kembali menambah deretan narasi panas di tengah bergulirnya proses hukum yang sedang dihadapi oleh mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut.
Publik kini menanti, apakah drama hukum yang dipicu oleh isu ijazah ini akan menemui titik terang atau justru terus berlarut dalam spekulasi politik.
[VIDEO]