

DEMOCRAZY.ID – Sosiolog Hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Ciek Julyati Hisyam, mengusulkan agar ijazah Presiden ke-7, Jokowi, yang dipersoalkan diperiksa melalui laboratorium independen.
Dikatakan Ciek, langkah tersebut dapat menjadi jalan untuk mengakhiri perdebatan yang terus bergulir di ruang publik.
Ia menegaskan pemeriksaan terhadap ijazah sebaiknya dilakukan oleh lembaga yang independen agar hasilnya dapat dipercaya semua pihak.
“Saya mengatakan bahwa harus dilakukan oleh laboratorium independen,” ujar Ciek dikutip fajar.co.id, Kamis (9/7/2026).
Ia kemudian menyinggung dokumen yang sebelumnya diunggah oleh Jubir PSI, Dian Sandi Utama.
“Jadi nanti dibawa. Itu yang tadi produknya (diupload) Dian Sandi,” tukasnya.
Prof. Ciek juga mempertanyakan dari mana Dian Sandi memperoleh dokumen yang diunggahnya ke publik.
Menurutnya, hal itu juga perlu diklarifikasi dalam proses pembuktian.
“Apakah Dian Sandi itu punya ijazah itu sampai bisa mengupload seperti itu? Nah Dian Sandi dapetin dari siapa?” timpalnya.
Karena itu, ia meminta agar dokumen yang diunggah tersebut turut dihadirkan.
“Nah sekarang dimintalah sama Dian Sandi itu. Ijazah yang tadi dia upload tadi,” jelasnya.
Selain dokumen yang diunggah Dian Sandi, Prof Ciek juga menyinggung ijazah yang disebut berada dalam penguasaan Jokowi.
Ia merujuk pada penjelasan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menyatakan ijazah telah diserahkan kepada pemiliknya.
“Kemudian yang punyanya Pak Jokowi itu kan Pak Jokowi yang simpan. Menurut UGM, kan tidak disimpan oleh UGM. Tapi sudah diserahkan kepada Pak Jokowi,” terangnya.
Kata dia, kedua dokumen tersebut dapat diperiksa secara bersamaan agar polemik segera berakhir.
“Yang nyimpan Pak Jokowi, ayo keluarkan. Udah periksa coba dua-duanya. Kelar gitu loh. Oleh independen gitu loh,” imbuhnya.
Lebih jauh, Ciek bilang bahwa pemeriksaan idealnya dilakukan oleh pihak yang benar-benar independen.
Ia mengaku masih memiliki keraguan apabila pemeriksaan hanya dilakukan di dalam negeri.
“Kalau dengan di dalam negeri ya tetap aja. Ada kepentingannya menurut saya sih gitu,” kuncinya.
Sumber: Fajar