DEMOCRAZY.ID – Sebuah pemandangan berbeda terjadi dalam laga Piala Dunia 2026 antara Arab Saudi melawan Uruguay.
Ketika bendera negara-negara peserta lainnya diletakkan di atas lapangan sebelum pertandingan dimulai, bendera Arab Saudi justru mendapat perlakuan khusus.
Dilansir dari Daily Sabah, Kamis (18/6/2026), FIFA melakukan penyesuaian khusus pada seremoni pra-pertandingan saat Arab Saudi menghadapi Uruguay di Piala Dunia.
Berbeda dari tim lain, bendera Arab Saudi tidak dibentangkan di atas lapangan, melainkan tetap dipegang para pembawa bendera selama acara berlangsung.
Langkah itu dilakukan untuk menghormati protokol Kerajaan Arab Saudi karena benderanya memuat kalimat syahadat, yang dianggap suci dalam Islam dan tidak boleh menyentuh tanah atau ditempatkan dengan cara yang berpotensi merendahkan maknanya.
Untuk menjaga kesetaraan seremoni, bendera Uruguay juga tetap diangkat.
Penyesuaian tersebut menjadi simbol penghormatan FIFA terhadap nilai-nilai keagamaan dan identitas nasional peserta turnamen.
Di lapangan, pertandingan Grup H berakhir imbang 1-1 setelah gol Arab Saudi dibalas Uruguay pada menit-menit akhir.
Meski hanya berakhir seri, perhatian publik justru tertuju pada pesan penting sebelum laga dimulai, bahwa simbol keimanan tetap dapat dihormati di panggung olahraga dunia.
Alasan bendera Arab Saudi mendapat perlakuan khusus di Piala Dunia adalah karena bendera tersebut memuat kalimat syahadat (kalimat tauhid) yang memiliki kedudukan suci dalam Islam.
Selain itu, peraturan resmi Kerajaan Arab Saudi juga melarang bendera nasional menyentuh tanah atau air.
Dalam Sistem Bendera Kerajaan Arab Saudi, aturan itu tertuang dalam Pasal 14 yang menyebutkan: “Bendera nasional dan bendera khusus Yang Mulia Raja tidak boleh menyentuh permukaan tanah maupun air.”
Ketentuan tersebut menjadi bagian dari penghormatan terhadap simbol negara yang bukan hanya mewakili kedaulatan Kerajaan Arab Saudi, tetapi juga membawa pesan keimanan.
Karena itu, ketika bendera negara-negara peserta lain diletakkan di lapangan sebelum pertandingan, bendera Arab Saudi tetap dijaga agar tidak menyentuh tanah sebagai bentuk penghormatan terhadap kalimat tauhid yang tertera pada bendera serta kepatuhan terhadap peraturan resmi kerajaan.
Momen ini memperlihatkan pertandingan sepak bola internasional tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga ruang bagi setiap negara memperkenalkan identitasnya.
Piala Dunia menjadi panggung global tempat simbol-simbol nasional hadir dan disaksikan jutaan masyarakat dunia.
Dalam konteks Arab Saudi, bendera menjadi representasi yang menghubungkan antara sejarah kerajaan, nilai Islam, dan jati diri bangsa.
Bagi banyak negara, bendera merupakan simbol nasionalisme.
Namun bagi Arab Saudi, bendera memiliki lapisan makna tambahan karena terdapat kalimat tauhid yang menjadi bagian utama dari desainnya.
Hal inilah yang membuat bendera Arab Saudi memiliki perlakuan berbeda ketika tampil dalam acara internasional seperti Piala Dunia.
Di balik pertandingan yang penuh sorotan, terdapat pesan budaya yang jarang diperhatikan publik.
Sikap menjaga bendera agar tidak menyentuh tanah menunjukkan bagaimana sebuah negara mempertahankan prinsip yang dianggap penting meski berada di panggung olahraga dunia.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa simbol nasional bukan sekadar kain dengan warna dan lambang, tetapi dapat membawa nilai sejarah, keyakinan, dan identitas sebuah bangsa.
Arab Saudi melalui benderanya memperlihatkan kepada dunia bahwa modernitas dan tradisi tetap dapat berjalan berdampingan.
Sumber: Inilah