Drama Kasus Ijazah Jokowi, Ahmad Khozinudin Serang Balik Roy Suryo: Kalau Sejak Awal Pengecut, Ya Jangan Harap Menang!

DEMOCRAZY.ID – Prahara internal yang mengguncang kubu pembongkar dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kini berubah menjadi perang terbuka.

Advokat Ahmad Khozinudin, yang baru saja didepak dari tim kuasa hukum Roy Suryo, melontarkan serangan balik yang sangat tajam, menuding sang mantan klien telah berkhianat pada perjuangan rakyat demi mencari “zona aman” hukum.

Sindiran ‘Pengecut’ untuk Sang Pakar Telematika

Drama ini bermula dari pencabutan kuasa hukum yang dilakukan Roy Suryo per tanggal 11 Juli 2026.

Tidak terima dengan narasi yang dibangun, Khozinudin merespons dengan menyentil nyali sang pakar telematika tersebut.

Ia menyindir sosok yang menurutnya semula sangat lantang, namun mendadak memutar haluan saat badai hukum mulai menerjang.

“Kalau sejak awal pengecut, takut risiko, harusnya diam. Tak perlu ikut sibuk membangun keyakinan publik atas ijazah palsu, lalu setelah di ujung mau cari selamat sendiri,” ujar Khozinudin dengan nada sinis, Selasa (14/7).

Bagi Khozinudin, tindakan Roy Suryo yang mengganti tim hukumnya ke TalkHAM adalah sebuah indikasi jelas bahwa ada pergeseran goal perjuangan—dari yang tadinya ingin menelanjangi ijazah Jokowi di meja hijau, menjadi upaya defensif untuk membebaskan diri dari jeratan hukum yang saat ini melilitnya.

‘Mencederai Perjuangan’ Jadi Alasan Perceraian Hukum

Di sisi lain, Roy Suryo memiliki versi ceritanya sendiri.

Mantan Menpora tersebut menyatakan bahwa alasan utama pencabutan kuasa itu adalah serangkaian pernyataan kontroversial Khozinudin dalam acara Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR). Roy menganggap ucapan tersebut sudah di luar batas dan justru mencederai upaya hukum yang sedang ia jalani.

“Pernyataan-pernyataan tersebut sudah mencederai perjuangan saya,” tulis Roy dalam alasan pencabutan kuasanya.

Namun, Khozinudin membantah keras tuduhan tersebut.

Ia menegaskan bahwa apa yang ia suarakan adalah bagian dari konsistensi perjuangan untuk mengungkap kebenaran ijazah yang selama ini dipertanyakan publik.

Tetap ‘Setia’ pada Garis Perjuangan

Meski didepak dari tim Roy Suryo, Khozinudin menegaskan bahwa dirinya tidak akan berhenti.

Ia mengklaim bahwa perpisahan ini justru membebaskannya untuk tetap fokus pada tujuan utama: membongkar misteri ijazah Jokowi tanpa harus terikat dengan kepentingan pragmatis pihak mana pun.

“Bagi kami sendiri, kami tidak merasa kehilangan arah perjuangan. Arah perjuangan kami jelas, membongkar kasus ijazah palsu milik Jokowi,” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Saat ini, Khozinudin tetap melanjutkan tugasnya sebagai penasihat hukum bagi tokoh-tokoh lain dalam kasus serupa, yakni Kurnia Tri Rohyani, Muhammad Rizal Fadhillah, dan Rustam Effendi.

Ia berkomitmen bahwa timnya tidak akan pernah bergeser dari tujuan awal, meskipun harus ditinggalkan oleh kawan seperjuangan yang kini memilih “jalan pintas”.

Apakah pecahnya aliansi ini menjadi akhir dari napas perjuangan kasus ijazah palsu, atau justru akan memicu babak baru yang lebih keras?

Satu hal yang pasti, publik kini disuguhi tontonan menarik tentang bagaimana sebuah “perjuangan bersama” bisa runtuh hanya karena perbedaan strategi dalam menghadapi ancaman jeruji besi.

Artikel terkait lainnya