DPR Sorot Kinerja KDMP: Modal Rp3 Miliar Cuma ‘Ngasilin’ Rp78 Ribu, Ini Investasi Bodong atau Salah Kelola?

DEMOCRAZY.ID – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mempertanyakan kinerja program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Rabu, 15 Juli 2026.

Sorotan muncul setelah ditemukan salah satu koperasi yang hanya membukukan laba bersih Rp78 ribu meski memiliki modal hingga Rp3 miliar.

Rapat tersebut membahas Laporan Keuangan Kementerian Koperasi Tahun Anggaran 2025.

Dalam kesempatan itu, Mufti meminta Kementerian Koperasi menyampaikan data menyeluruh mengenai perkembangan program Koperasi Desa Merah Putih.

Menurut Mufti, laba bersih Rp78 ribu dari modal Rp3 miliar hanya setara sekitar 0,0026 persen.

Ia menegaskan angka tersebut bukan keuntungan harian maupun bulanan, melainkan akumulasi laba selama enam bulan sejak koperasi mulai beroperasi.

“Kami tidak ingin berdebat soal angka ini benar atau tidak. Kami minta dijawab berdasarkan data yang Bapak Menteri punya,” ujar Mufti dalam rapat.

Ia meminta Kementerian Koperasi memaparkan secara rinci jumlah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah dibentuk, berapa yang sudah beroperasi, besaran omzet dan laba yang dihasilkan, hingga dampaknya terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja.

Menurut Mufti, keterbukaan data diperlukan agar DPR dapat mengevaluasi efektivitas program yang telah menyerap anggaran besar dari negara.

Ia menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan program tersebut berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

“Rakyat dan negara sudah berkorban begitu besar untuk Koperasi Desa Merah Putih. Tidak ada opsi gagal,” tegasnya.

Mufti berharap Kementerian Koperasi dapat menyajikan data kinerja yang komprehensif sebagai dasar evaluasi dan perbaikan pelaksanaan program ke depan.

Dengan begitu investasi negara dalam pengembangan koperasi desa mampu menghasilkan dampak ekonomi yang lebih optimal.

👇👇

@intip.sidang Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mempertanyakan dampak nyata pembentukan PT Agrinas Palma Nusantara terhadap kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keberadaan perusahaan tersebut perlu diukur dari manfaat yang benar-benar dirasakan rakyat, seperti kemudahan memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau, peningkatan kesejahteraan petani, hingga penciptaan lapangan kerja. Ia menilai keberhasilan Agrinas Palma Nusantara tidak cukup hanya dilihat dari aspek operasional perusahaan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap kepentingan publik. Karena itu, ia meminta adanya indikator yang jelas mengenai manfaat yang telah dihasilkan agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana kehadiran perusahaan tersebut memberikan dampak bagi perekonomian dan kesejahteraan rakyat. #dprri #pdiperjuangan #fraksipdiperjuangan ♬ original sound – Intip Sidang

Artikel terkait lainnya