DEMOCRAZY.ID – Peluang Anies Baswedan kembali maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 dinilai masih bergantung pada kemampuan membangun kendaraan politik dan memperoleh dukungan partai.
Pengamat politik Adi Prayitno menyebut dua hal tersebut menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan menjelang kontestasi politik mendatang.
Menurut Adi, salah satu faktor penentu adalah peluang Partai Gerakan Rakyat untuk lolos sebagai peserta pemilu.
Selain itu, partai tersebut perlu membangun dukungan dari partai lain, termasuk partai yang memiliki kursi di parlemen.
“Anies tinggal cari tiket apakah Partai Gerakan Rakyat lolos misalnya sebagai salah satu peserta pemilu dan kemudian mampu mendapatkan dukungan dari partai-partai yang lain salah satunya lolos ke parlemen misalnya tinggal kita tunggu,” ujar Adi melalui kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Sabtu (24/10).
Pernyataan tersebut menyoroti tantangan pencalonan Anies, yang tidak hanya berkaitan dengan tingkat elektabilitas, tetapi juga ketersediaan dukungan politik untuk maju dalam Pilpres 2029.
Di tengah dinamika pencalonan tersebut, hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada Oktober 2026 menempatkan Anies di posisi kedua dalam simulasi semi-terbuka dengan 24 nama kandidat.
Dalam simulasi itu, Dedi Mulyadi menempati posisi teratas dengan tingkat keterpilihan 35,5 persen.
Anies berada di urutan kedua dengan 10,3 persen, diikuti Prabowo Subianto sebesar 9,8 persen dan Gibran Rakabuming Raka sebesar 8,4 persen.
Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa dan Ganjar Pranowo masing-masing memperoleh 5 persen.
Responden yang belum menentukan pilihan atau tidak memberikan jawaban tercatat sebesar 13,9 persen.
Hasil tersebut menunjukkan posisi Anies dalam simulasi pilihan kandidat yang diuji SMRC.
Namun, elektabilitas dalam survei tidak dengan sendirinya memastikan seorang tokoh dapat maju sebagai calon presiden karena pencalonan juga bergantung pada persyaratan dan dukungan politik.
Survei nasional SMRC tersebut dilaksanakan pada 1–10 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.213 responden.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara telepon dengan metode double sampling serta wawancara tatap muka.
Survei itu mencantumkan margin of error sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 92 persen.
Dengan hasil survei dan dinamika dukungan partai yang masih berkembang, peluang Anies menuju Pilpres 2029 masih perlu dilihat dari perkembangan kendaraan politik serta dukungan yang dapat dibangun menjelang pemilu.