Akui Sudah Bertemu PKS Bahas Ijazah Gibran, Hasto Kristiyanto Singgung Soal Pemimpin Hasil Intervensi Orang Tua!

DEMOCRAZY.ID – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto membenarkan adanya dialog dan pertemuan antara pihaknya dengan Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Kholid.

Pertemuan tersebut salah satunya membahas komunikasi antarpartai di tengah sorotan publik terkait ijazah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Meski membenarkan adanya komunikasi politik, Hasto menegaskan bahwa hal mendasar yang harus disikapi bersama saat ini adalah proses dan etika bernegara dalam melahirkan seorang pemimpin.

Menurutnya, kepemimpinan seorang wakil presiden menjadi terdelegitimasi ketika syarat usia maupun ijazah lahir dari intervensi kekuasaan.

“Ya, kami memang bertemu, kami berdialog. Tetapi yang paling penting adalah sebelum suatu proses politik ini dijalankan, realitas bahwa ketika seorang wakil presiden terdeligitimasi kepemimpinannya akibat syarat usia dan syarat ijazah, ternyata lahir dari intervensi kekuasaan, ini yang harus kita koreksi bersama-sama,” ujar Hasto usai pembukaan Kongres ke-10 Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Lebih lanjut, Hasto mengingatkan pentingnya menjaga etika, moral, serta identitas kebangsaan yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa, seperti Bung Karno.

Ia menyayangkan apabila syarat-syarat mendasar untuk menjadi pemimpin justru diabaikan melalui campur tangan kekuasaan.

“Maka, inilah yang menjadi basis bagi kita semua untuk membangun kesadaran di tengah rakyat, bahwa untuk menjadi seorang pemimpin, jalan konstitusional itu harus dipenuhi, bukan jalan intervensi dari orang tuanya,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PKS M Kholid menyampaikan perkembangan terbaru komunikasi partainya dengan sejumlah partai lain terkait polemik ijazah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Pimpinan PKS sebelumnya menugaskan fraksinya di DPR RI untuk menjajaki komunikasi lintas partai guna menindaklanjuti potensi pengguliran panitia khusus (pansus) atau hak angket terkait ijazah Gibran.

Kholid mengaku pihaknya telah menjalin komunikasi dengan PDIP melalui Hasto Kristiyanto.

“Terakhir komunikasi dengan Sekjen PDIP Mas Hasto. Beliau sampaikan PDIP menyambut baik aspirasi publik terkait Ijazah Gate ini,” kata Kholid kepada wartawan, Rabu (28/10/2026).

Setelah PDIP memberikan respons positif, Kholid mengatakan pihaknya masih menunggu tanggapan dari partai-partai lain terkait polemik ijazah tersebut.

“Nanti kita liat respon kawan kawan lainnya di DPR ya,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan PKS akan terus membuka ruang komunikasi dengan semua pihak.

Saat ditanya apakah PKS optimistis polemik ijazah Gibran dapat ditindaklanjuti melalui pansus atau hak angket di DPR, Kholid mengaku pihaknya akan terus berikhtiar.

Artikel terkait lainnya