Pesan dalam Botol dari Prajurit Perang Dunia I Ditemukan, Begini Isinya!

DEMOCRAZY.ID – Dua surat dalam botol yang ditulis oleh prajurit Australia saat berlayar menuju medan perang di Perancis pada masa Perang Dunia I ditemukan lebih dari satu abad kemudian di pesisir barat Australia.

Botol dengan merek Schweppes itu ditemukan keluarga Brown di atas garis air di Pantai Wharton, dekat Esperance, Australia Barat, pada 9 Oktober, sebagaimana dilansir ABC News.

Penemuan dilakukan oleh Peter Brown dan putrinya, Felicity, saat melakukan patroli rutin pembersihan pantai menggunakan motor ATV.

“Kami sering membersihkan pantai dan tidak pernah melewatkan satu pun sampah. Jadi, botol kecil ini seakan menunggu untuk kami temukan,” kata Deb Brown, istri Peter, Selasa (28/10/2025).

Di dalam botol kaca bening berisi dua surat bertinta pensil dari Malcolm Neville (27 tahun) dan William Harley (37 tahun) tertanggal 15 Agustus 1916 alias 110 tahun lalu.

Keduanya berlayar dengan kapal HMAT A70 Ballarat dari Adelaide, Australia Selatan, pada 12 Agustus 1916 menuju Perancis untuk bergabung dengan Batalion Infanteri Australia ke-48 di garis depan Eropa.

Neville gugur setahun kemudian, sementara Harley selamat meski dua kali terluka.

Dia meninggal di Adelaide pada 1934 akibat kanker, yang diyakini keluarganya disebabkan oleh gas beracun Jerman saat perang parit.

Isi surat

Dalam suratnya, Neville meminta siapa pun yang menemukan botol itu agar menyampaikan pesannya kepada sang ibu, Robertina Neville, di Wilkawatt, kini kota mati di Australia Selatan.

Sementara Harley, yang ibunya telah meninggal saat itu, menulis bahwa penemu botol boleh menyimpan suratnya.

Neville menulis kepada ibunya bahwa dia sedang bersenang-senang.

“Makanannya sejauh ini enak, kecuali satu hidangan yang akhirnya kami kubur di laut,” tulis Neville dalam surat tersebut.

Neville menambahkan, kapal yang dia tumpangi terombang-ambing di laut, tapi bahagia seperti Larry. Seperti Larry merupakan ungkapan khas Australia lama yang berarti sangat bahagia.

Sementara itu, Harley menulis dia ada di suatu tempat di Teluk Bight, merujuk pada Great Australian Bight, teluk besar di selatan Australia yang membentang dari Adelaide hingga Esperance.

“Semoga penemu surat ini dalam keadaan sebaik kami saat ini,” tulis Harley dalam isi suratnya

Deb Brown meyakini botol itu tidak pernah benar-benar menempuh jarak jauh di laut.

Menurutnya, botol tersebut mungkin terkubur di pasir selama lebih dari satu abad dan baru terlepas akibat erosi besar di bukit pasir Pantai Wharton beberapa bulan terakhir.

Kertas di dalam botol memang lembap, tetapi tulisan masih terbaca jelas. Hal itu memungkinkan keluarga Brown melacak dan menghubungi keturunan kedua prajurit tersebut.

“Botolnya dalam kondisi sangat baik. Tidak ada teritip atau tumbuhan laut yang menempel. Kalau botol ini lama berada di laut atau terkena sinar matahari, pasti kertasnya sudah hancur dan tulisannya tak akan bisa dibaca,” ujar Deb.

Seperti kumpul kembali

Cucu Harley, Ann Turner, mengatakan keluarganya sangat terkejut dengan penemuan surat itu.

“Kami benar-benar tidak percaya. Rasanya seperti keajaiban, seperti kakek kami mengulurkan tangan dari alam baka,” kata Turner kepada ABC.

Sementara itu, keponakan buyut Neville, Herbie Neville, menyebut penemuan ini mempertemukan kembali keluarganya.

“Sepertinya dia sangat bersemangat berangkat ke perang. Sangat menyedihkan mengetahui dia gugur di sana,” ujarnya.

“Wow, luar biasa sekali sosoknya,” tambah Herbie dengan nada bangga.

Sumber: Kompas

Artikel terkait lainnya