DEMOCRAZY.ID – Aktivis 98 Rustam Effendi menyoroti aktivitas Joko Widodo (Jokowi) setiap kali agenda persidangan atau pemanggilan berkaitan dengan isu ijazah mendekat.
Ia mengaku melihat pola tertentu dari agenda mantan Presiden tersebut yang menurutnya patut diperhatikan.
Rustam menyebut setiap kali jadwal persidangan semakin dekat, selalu muncul agenda blusukan atau kunjungan kerja ke luar daerah.
Misalnya, dalam agenda sidang terdakwa Dokter Tifa pada Kamis (17/9) lalu, Jokowi berada di NTT menemui warga terdampak gempa.
“Setiap mau ada agenda sidang, pasti dibuat acara blusukan atau agenda kunjungan kerja. Hal itu seolah menjadi pola rutin untuk menghindari hadir secara langsung di persidangan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Rustam ketika membahas perkembangan isu keabsahan ijazah Jokowi dalam tayangan wawancara dan diskusi publik di kanal YouTube Langkah Update.
Ia juga mengungkapkan sejumlah langkah yang dilakukan bersama rekan-rekan aktivis untuk mengawal persoalan tersebut.
Rustam mengatakan laporan yang diajukan bersama Rizal Fadillah dan Heru telah dilimpahkan dari Bareskrim Mabes Polri ke Polda Metro Jaya.
Menurut dia, laporan tersebut kini berkaitan dengan upaya mengungkap pihak yang mereka duga membuat dokumen yang dipersoalkan.
Polda Metro Jaya memang telah memulai penyelidikan atas pengaduan tersebut pada September 2026.
Selain menyoroti agenda Jokowi, Rustam mengaku telah menyampaikan nama dan inisial sejumlah saksi kepada penyidik.
Ia berharap kepolisian memanggil pihak-pihak tersebut untuk dimintai keterangan sehingga perkara dapat diuji secara terbuka.
“Kami sudah menyerahkan data dan poin-poin penting kepada penyidik. Harapan kami, pihak kepolisian berani memanggil semua saksi kunci yang terlibat agar status hukumnya menjadi terang benderang dan transparan bagi publik,” ungkapnya.
Rustam juga menceritakan pertemuannya dengan seseorang yang diklaim sebagai sepupu dekat Jokowi.
Dalam pertemuan tersebut, ia mengaku menanyakan keberadaan dokumen ijazah yang selama ini menjadi perdebatan.
“Saya sempat bertanya langsung kepada sepupunya soal keberadaan ijazah tersebut. Jawabannya disampaikan secara santai, yang makin menguatkan keyakinan kami untuk terus mengawal isu ini sampai tuntas,” kata Rustam.
Ia menegaskan Tim Pemburu Ijazah Palsu (TPIP) akan terus mengikuti proses laporan tersebut di Polda Metro Jaya.
Rustam berharap penyelesaian perkara dilakukan melalui pembuktian hukum sehingga masyarakat memperoleh kejelasan mengenai persoalan yang selama ini menjadi polemik.