Kisah Nyata di Luar Nalar: Pria Ini Ditemukan Masih Hidup Setelah 61 Tahun Disangka Sudah Tewas

DEMOCRAZY.ID – Selama puluhan tahun, orang ini dinyatakan telah meninggal dunia setelah menghilang usai Perang Dunia II.

Namun, lebih dari enam dekade kemudian, orang itu ternyata ditemukan masih hidup dan menetap di Ukraina. Sosok itu adalah Ishinosuke Uwano.

Mengutip The Guardian, Uwano adalah tentara Jepang yang bertugas di Pulau Sakhalin, Rusia, saat Perang Dunia II.

Namun, setelah perang berakhir, Uwano tidak kunjung kembali dan hubungannya dengan keluarga di Jepang terputus.

Keluarganya kemudian mendapat informasi Uwano diduga telah gugur ketika bertugas di Sakhalin.

Pulau tersebut memang menjadi salah satu wilayah yang direbut pasukan Uni Soviet dari Jepang pada masa-masa terakhir Perang Pasifik.

Uwano sebenarnya masih sempat terlihat di Sakhalin pada 1958, tetapi setelah itu tidak ada kabar lagi darinya.

Ia juga tidak pernah menghubungi keluarganya yang tinggal di wilayah timur laut Tokyo.

Akibatnya, keluarga Uwano meyakini dirinya telah meninggal.

Pemerintah Jepang bahkan memasukkan namanya ke dalam daftar korban tewas perang pada 2000.

Namun, Uwano ternyata menjalani kehidupan yang sama sekali berbeda.

Ia diketahui telah pindah ke Ukraina dan menetap di sebuah kota kecil di sebelah barat Kiev.

Di sana, Uwano menikah dengan seorang perempuan setempat.

Keduanya kemudian memiliki tiga anak dan Uwano menjadi warga negara Ukraina.

Dalam pemberitaan BBC International, keberadaan Uwano baru terungkap setelah dirinya meminta bantuan seorang teman untuk mencari kerabatnya di Jepang.

Informasi tersebut akhirnya sampai kepada pemerintah Jepang yang memang memiliki program untuk melacak para veteran yang hilang di luar negeri.

Pada 2005, pejabat Jepang datang ke Kiev untuk menemui Uwano.

Setelah melakukan wawancara dan pemeriksaan, mereka memastikan pria berusia 83 tahun tersebut memang Ishinosuke Uwano yang selama bertahun-tahun dianggap telah meninggal.

Setahun kemudian, Uwano akhirnya kembali ke Jepang.

Ia tiba di Bandara Narita pada April 2006 untuk melakukan kunjungan selama 10 hari.

Putranya ikut mendampinginya dalam perjalanan tersebut.

Kepada wartawan yang menunggunya, Uwano mengaku sangat bahagia bisa kembali ke negara yang telah ditinggalkannya selama puluhan tahun.

Ia bahkan mengatakan sudah sekitar 60 tahun tidak berbicara menggunakan bahasa Jepang.

“Saya tidak berbicara bahasa Jepang selama 60 tahun, dan pertama-tama saya ingin mengucapkan ‘konnichiwa’ [halo],” katanya, dikutip BBC.

Uwano juga mengatakan pemerintah Uni Soviet pernah melarangnya menghubungi keluarga di Jepang setelah dirinya pindah ke Ukraina.

Ia mengaku tidak sabar bertemu kembali dengan saudara laki-laki dan sepupunya.

Kisah Uwano menjadi salah satu bukti bahwa dalam pencarian orang hilang, masih ada kemungkinan seseorang yang telah dinyatakan meninggal ternyata tetap hidup dan baru ditemukan puluhan tahun kemudian.

Artikel terkait lainnya