DEMOCRAZY.ID – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD memprediksi Presiden Prabowo Subianto berpeluang besar kembali mencalonkan diri pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Mahfud bahkan memperkirakan Prabowo memiliki peluang kuat untuk kembali memenangkan kontestasi jika memutuskan maju sebagai calon presiden.
Menurut Mahfud, status Prabowo sebagai presiden petahana menjadi salah satu modal politik terbesar menghadapi Pilpres 2029.
“70 persen yakin Pak Prabowo akan mencalonkan diri lagi. Dan kalau dia mencalonkan diri lagi, peluangnya untuk menang besar,” kata Mahfud dalam pernyataannya yang dikutip dari media sosial, Kamis (3/9/2026).
Mahfud menilai konfigurasi politik saat ini relatif menguntungkan Prabowo.
Ia juga melihat belum ada tokoh yang memiliki kekuatan sebanding untuk menghadapi Presiden dalam kontestasi mendatang.
Menurut dia, siapa pun yang nantinya mendampingi Prabowo sebagai calon wakil presiden tidak akan terlalu menentukan peluang kemenangan apabila kekuatan politik petahana tetap terjaga.
Mahfud turut menyoroti sejumlah program pemerintah yang dinilai dapat memperkuat kedekatan Prabowo dengan masyarakat.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) disebut menjadi bagian dari kebijakan yang dapat menjadi modal politik bagi pemerintahan menuju 2029.
Selain itu, Mahfud menyinggung kemunculan berbagai organisasi dan kelompok yang mengatasnamakan dukungan terhadap Prabowo.
Menurut dia, fenomena tersebut menunjukkan adanya pembentukan basis dukungan politik menjelang kontestasi lima tahunan berikutnya.
Mahfud menilai pihak yang ingin menghadapi Prabowo harus mempertimbangkan secara matang kekuatan petahana, dukungan politik, popularitas program pemerintah, serta sumber daya yang dimiliki pemerintahan.
Karena itu, ia menilai upaya “menggergaji” Prabowo ketika posisi politiknya sedang kuat merupakan langkah yang keliru.
Di sisi lain, Mahfud memberikan catatan kritis terkait penggunaan aparatur negara dalam dinamika politik.
Ia menyinggung dugaan bahwa polisi dan aparat mulai dimanfaatkan untuk kepentingan politik, bukan semata menjalankan fungsi netral dalam pemerintahan.
Pandangan tersebut menjadi salah satu kekhawatiran Mahfud dalam membaca peta politik menuju Pilpres 2029.
Meski demikian, seluruh prediksi tersebut merupakan pembacaan Mahfud terhadap kondisi politik saat ini.
Peta persaingan Pilpres 2029 masih sangat mungkin berubah.
Pilihan kandidat, koalisi partai politik, tingkat kepuasan publik, hingga kinerja pemerintahan Prabowo dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi faktor penting yang menentukan arah persaingan.
Prabowo sendiri sebelumnya telah mendapat sejumlah dorongan untuk kembali maju pada Pilpres 2029.
Pada Februari 2025, Prabowo merespons dorongan tersebut dengan menyatakan dirinya baru mulai bekerja sebagai presiden sehingga masih terlalu dini membicarakan pencalonan pada pemilu berikutnya.