Sentilan Pengamat: Mas Botok Ini Gak Sadar Sedang ‘Ditunggangi’ dan Jadi Mainan Geng Penguasa!

DEMOCRAZY.ID – Aktivis sosial, Palti Hutabarat, memberikan perhatian serius terhadap gerakan yang dibawa Supriyono alias Mas Botok dengan aliansinya bernama Masyarakat Pati Bersatu.

Palti melihat bahwa gerakan yang mengatasnamakan rakyat biasa tersebut justru berpotensi sedang dimanfaatkan oleh kelompok yang memiliki kepentingan politik dan kekuasaan.

Dikatakan Palti, sejumlah isu yang berkembang belakangan ini seharusnya mendapat perhatian lebih luas.

Mulai dari persoalan anak-anak yang mengalami keracunan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Palti Sebut Botok Tidak Sadar Sedang Ditunggangi

Namun, ia menegaskan bahwa ada pihak yang justru lebih fokus membawa agenda tertentu.

“Saking paoknya, Botok ini ga sadar sedang ditunggangi Geng penguasa,” ujar Palti, dikutip fajar.co.id, Kamis (3/9/2026).

Blak-blakan, Palti menyindir keras posisi Mas Botok yang menurutnya masih membawa narasi sebagai rakyat biasa.

“Masih pede bawa-bawa nama rakyat biasa padahal isunya eksklusif punya mereka,” sebutnya.

“Ga peduli mereka anak-anak keracunan, kalimantan dan karhutla, yang penting agenda mereka sendiri aja,” tambah dia.

Mas Botok Sebelumnya Bicara soal Surat Komitmen

Sorotan terhadap Mas Botok sebelumnya juga muncul dalam diskusi Indonesia Lawyer Club (ILC) yang dipimpin Karni Ilyas.

Dalam forum tersebut, politikus PDIP Deddy Yevri Hanteru Sitorus mengajukan pertanyaan mengenai konsep surat komitmen yang dibawa dalam gerakan tersebut.

Deddy mempertanyakan pihak yang menyusun konsep surat tersebut sekaligus menyoroti tidak tercantumnya nama Ketua DPR RI, Puan Maharani.

“Yang Solo juga ngakunya rakyat biasa, tapi saya titip satu pertanyaan yah bang Karni, yang konsep surat komitmen itu siapa? Kenapa tidak ada nama Ketua DPR RI di sana?,” ucap Deddy.

Botok Sebut Surat Dibuat dari DPR

Menjawab pertanyaan tersebut, Mas Botok menyebut konsep surat komitmen itu berasal dari pihak DPR.

“Itu yang membuat dari DPR, pak Dasco,” kata Botok.

Botok juga mengaku menyayangkan ketidakhadiran Ketua DPR RI Puan Maharani dalam agenda tersebut.

“Kemarin kita juga menyesali tidak hadirnya ibu Puan,” sesalnya.

Pernyataan tersebut kemudian langsung ditanggapi Deddy Sitorus.

Ia menjelaskan bahwa Puan Maharani memiliki agenda lain di DPR sehingga tidak dapat hadir dalam kegiatan tersebut.

“Yah Bu Puan kan mimpin sidang paripurna mas,” balasnya secara dingin.

Artikel terkait lainnya