DEMOCRAZY.ID – Ketua Dewan Pertimbangan Partai Ummat Amien Rais meminta Presiden Prabowo Subianto berhati-hati dalam membangun hubungan politik dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menurut Amien, hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat tetap penting.
Namun, kedekatan tersebut tidak semestinya membuat Indonesia mengabaikan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif.
Mantan Ketua MPR RI itu menyoroti posisi Trump yang dinilainya memiliki kedekatan dengan Israel.
Karena itu, ia mengingatkan agar Indonesia tidak kehilangan pijakan dalam menentukan sikap terhadap persoalan internasional.
Amien menegaskan, prinsip bebas dalam politik luar negeri Indonesia tidak berarti pemerintah dapat menentukan sikap tanpa mempertimbangkan kepentingan nasional.
“Karena politik luar negeri kita berprinsip bebas dan aktif, maka bebas itu jangan ditafsirkan semau gue. Jangan,” kata Amien, dikutip dari kanal Youtube pribadinya, Jumat (14/8/2026).
Tokoh reformasi itu juga mengkritik karakter kepemimpinan Trump yang menurutnya cenderung merasa paling mengetahui berbagai persoalan.
“Di negara demokrasi yang presidennya kementus atau sombong seperti Donald Trump yang tidak mau mendengar suara rakyatnya,” ujar Amien.
Menurut dia, pemimpin yang merasa mengetahui segala sesuatu justru berpotensi kehilangan dukungan publik.
“Merasa omniscience tahu segala-galanya, otomatis akan kehilangan dukungan rakyatnya,” lanjutnya.
Amien kemudian menyinggung intensitas komunikasi antara Prabowo dan Trump.
Ia menyebut kedua pemimpin telah beberapa kali bertemu secara langsung, selain berkomunikasi melalui sambungan telepon.
“Pertemuan Prabowo dengan Trump paling tidak tercatat tiga kali, sementara pembicaraan lewat telepon tercatat beberapa kali,” ucapnya.
Bagi Amien, intensitas hubungan tersebut perlu dicermati agar Indonesia tetap memiliki posisi yang mandiri dalam menentukan kebijakan luar negerinya.
Ia tidak mempersoalkan hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat.
Namun, menurut Amien, hubungan bilateral harus tetap ditempatkan dalam kerangka kepentingan nasional.
Amien juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap arah hubungan Prabowo dengan Trump.
Ia melihat adanya kesan bahwa Prabowo mulai memiliki kecenderungan mendukung sejumlah pandangan Trump.
“Saya mungkin juga jutaan rakyat Indonesia menilai Mas Prabowo agak miring mendukung pikiran Trump seorang warmonger dan ada kesan mengagumi Israel,” kata Amien.
Karena itu, ia meminta pemerintah tetap menjaga independensi dalam menjalankan politik luar negeri.
Bagi Amien, prinsip bebas dan aktif harus menjadi pijakan Indonesia ketika berhadapan dengan negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat.
Ia menilai kedekatan diplomatik dengan Washington tidak boleh menggeser sikap Indonesia dalam berbagai persoalan global, terutama isu yang menyangkut Palestina dan Israel.
Dengan demikian, Amien mengingatkan Prabowo agar hubungan personal maupun diplomatik dengan Trump tidak membuat Indonesia kehilangan karakter politik luar negerinya yang bebas dan aktif.