Pecah Kongsi? Direktur LIMA Bongkar Bukti Perbedaan Politik Prabowo-Jokowi Kini Makin Terang Benderang!

DEMOCRAZY.ID — Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti, menyoroti kontras tajam antara gaya komunikasi dan sikap Presiden Prabowo Subianto dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam merespons insan pers dan media massa.

Perbedaan tersebut terlihat jelas dari bagaimana Prabowo melontarkan kritik keras terhadap sebagian jurnalis, sementara di sisi lain Jokowi justru membuka ruang dialog dengan menerima kehadiran tim jurnalis investigasi.

“Prabowo sebagian jurnalis itu Londo Ireng, lalu Jokowi terima jurnalis di rumahnya. Makin terang benderang aja nih,” ujar Ray Rangkuti, Jumat (14/8/2026).

Sorotan Istilah “Londo Ireng” dari Presiden Prabowo

Pernyataan Ray merujuk pada respons terbuka Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya secara blak-blakan menyoroti peran media, jurnalis, pengamat, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang dinilainya kerap mencari-cari celah dan kesalahan kebijakan pemerintah di tengah upaya negara menjalankan program besar, seperti renovasi puluhan ribu sekolah.

Dalam pandangannya, Prabowo menyematkan istilah historis “Londo Ireng”—sebutan bagi pribumi yang pada masa kolonial Belanda dinilai berpihak dan membantu penjajah melawan bangsa sendiri—kepada pihak-pihak yang dianggapnya gemar mengabdi pada kepentingan di luar bangsa Indonesia melalui baju profesi modern.

“Media-media yang walaupun 67 ribu sekolah, dia cari kesalahan kita, dia kira kita nggak ngerti ada orang-orang Indonesia yang seneng mengabdi kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut Londo Ireng, yang ikut Belanda perang lawan kita. Sampai sekarang masih ada, hanya sekarang pakai baju lain seperti wartawan, jurnalis, pengamat, LSM,” ucap Prabowo.

Kontras Sikap Jokowi yang Jamu Tim “Bocor Alus Tempo”

Di tengah polemik relasi pemerintah dan media tersebut, Ray membandingkannya dengan langkah yang diambil oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Baru-baru ini, Jokowi tercatat menerima kedatangan tim jurnalis investigasi Bocor Alus Tempo di kediaman pribadinya di Solo, Jawa Tengah.

Berdasarkan catatan Tempo, pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 11 Agustus 2026 tersebut merupakan sesi wawancara lanjutan setelah sebelumnya mereka juga sempat menggelar pertemuan dengan format off the record pada 22 Juli 2026 lalu.

Perbedaan gestur politik dan cara pandang kedua tokoh terhadap media ini dinilai Ray semakin mempertegas dinamika komunikasi politik di era transisi kepemimpinan nasional saat ini.

Artikel terkait lainnya