Tragis! WNI di Armenia Ditemukan Tewas Terikat Lakban, Diduga Dibunuh Rekan Kerja

DEMOCRAZY.ID – Seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Sulawesi Selatan, Valenth A. Tambuto, ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar mes tempat tinggalnya di Armenia.

Ketika ditemukan, kondisi jenazah sangat memprihatinkan.

Mulut, tangan, hingga kaki korban dalam keadaan terikat erat menggunakan lakban.

Dugaan kuat mengarah pada aksi pembunuhan berencana yang melibatkan orang dekat korban.

Keluarga korban pertama kali menerima kabar duka ini pada Rabu (15/7/2026) malam melalui kekasih dan rekan kerja Valenth.

Padahal, beberapa jam sebelum kabar buruk itu sampai, pihak keluarga masih sempat berkomunikasi dengan korban.

Adik korban, Arnold Tambuto, menyebut interaksi terakhirnya dengan sang kakak terjadi pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WITA.

Hanya berselang beberapa jam setelah telepon ditutup, informasi duka justru yang ia terima.

“Kondisi jenazah katanya terikat lakban. Kaki, tangan, dan mulut itu terikat lakban. Waktu itu saya syok, saya matikan telepon karena tidak sanggup mendengar lebih jauh. Tapi infonya, waktu dibuka jenazahnya memang ada banyak darah,” ujar Arnold saat dihubungi wartawan.

Motif Utang Piutang hingga Penggelapan Uang

Meskipun otoritas hukum Armenia belum merilis pernyataan resmi, pihak keluarga meyakini Valenth menjadi korban tindak pidana pembunuhan.

Keyakinan ini didasari oleh sejumlah informasi dan bukti percakapan yang dikumpulkan dari kerabat dekat almarhum.

Arnold membeberkan dua dugaan motif utama di balik tewasnya sang kakak.

Pertama, sifat korban yang terlalu baik hingga kerap meminjamkan uang kepada rekan-rekannya.

“Valenth itu terlalu baik karena suka meminjamkan uang ke temannya. Dan uang itu dipinjamkan ke para terduga pelaku semua. Bukti chat-nya ada,” ungkap Arnold.

Motif kedua diduga berkaitan dengan rahasia perusahaan.

Sebelum kejadian, korban sempat diajak oleh rekannya untuk terlibat dalam rencana penggelapan uang perusahaan, namun dengan tegas ditolak oleh Valenth.

Penolakan itu disinyalir membuat para pelaku panik karena khawatir Valenth bakal membeberkan niat jahat tersebut ke manajemen perusahaan.

Ditambah lagi dengan beban utang yang menumpuk pada korban, dugaan nekat untuk menghabisi nyawa Valenth pun mencuat.

Kemlu Turun Tangan, Sejumlah WNI Diamankan

Menanggapi insiden berdarah ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI langsung bergerak cepat.

Pihak pemerintah Indonesia memastikan telah berkoordinasi intensif dengan otoritas penegak hukum setempat guna mengawal kasus ini hingga tuntas.

Melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) di Kyiv dan Konsul Kehormatan RI di Yerevan, Kemlu terus memantau proses identifikasi serta menggali keterangan terkait alur penyelidikan kepolisian Armenia.

Sebagai langkah awal penanganan kasus, pihak berwajib di Armenia dilaporkan telah mengamankan sejumlah WNI setempat untuk dimintai keterangan dan kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Artikel terkait lainnya