Ironi Dunia Pendidikan! Perpustakaan Sekolah ‘Dibongkar’ Demi Koperasi Merah Putih, Ribuan Buku Ditelantarkan

DEMOCRAZY.ID – Perpustakaan SDN Tlogo 2 di Desa Tlogo, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dibongkar untuk pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih.

Ribuan koleksi buku terpaksa dipindahkan dan ditumpuk di salah satu ruang kelas karena sekolah belum memiliki perpustakaan pengganti.

Kegiatan membaca bersama yang sebelumnya dilakukan dua kali dalam sepekan pun terhenti.

Bangunan tersebut dibongkar sekitar pertengahan Mei 2026 setelah proyek koperasi mulai dikerjakan di area yang berdampingan dengan sekolah.

Buku-buku sempat diletakkan di teras sebelum dipindahkan agar tidak rusak terkena cuaca.

Tumpukan koleksi perpustakaan di dalam kelas disebut mencapai ketinggian sekitar 1,5 meter.

👇👇

Kepala SDN Tlogo 2 Sugianto mengatakan bangunan yang dirobohkan masih digunakan sekolah meskipun sebelumnya merupakan bagian dari SDN Tlogo 1.

Ruangan itu digunakan sebagai perpustakaan, ruang kepala sekolah, serta tempat latihan tari siswa.

Pihak sekolah bersama komite wali murid telah menyampaikan keberatan sebelum pembangunan dimulai.

“Karena bangunan bekas SDN Tlogo 1 itu memang masih kami gunakan,” kata Sugianto, Kamis (16/7/2026).

Ia menyebut sekolah tidak menolak pembangunan Koperasi Desa Merah Putih selama fasilitas pengganti disediakan terlebih dahulu.

Namun, pembongkaran berlangsung ketika ruang pengganti belum tersedia.

Hilangnya bangunan tersebut juga berdampak terhadap kegiatan nonakademik para siswa.

Latihan tari yang biasanya dilakukan di dalam ruangan harus dipindahkan ke area terbuka, sedangkan kegiatan olahraga disebut dialihkan ke lapangan desa.

Proses pembelajaran turut terganggu oleh debu, kebisingan, dan aktivitas pembangunan di dekat sekolah.

Wali murid kemudian membawa persoalan tersebut ke DPRD Kabupaten Blitar pada Juni 2026.

Mereka meminta pemerintah membangun ruang pengganti, memperjelas batas lahan, serta memastikan fasilitas pendidikan tidak kembali digunakan untuk proyek lain.

DPRD menyatakan pembangunan perpustakaan baru akan diusulkan melalui Perubahan APBD 2026 dengan anggaran sekitar Rp376 juta.

Pemerintah Desa Tlogo membantah pembangunan koperasi dilakukan dengan mengorbankan sekolah.

Kepala Desa Tlogo Samuji mengatakan bangunan yang dibongkar merupakan bekas SDN Tlogo 1 yang telah dihibahkan Pemerintah Kabupaten Blitar kepada pemerintah desa.

Menurut dia, bangunan tersebut bukan ruang kelas aktif dan secara hukum telah menjadi aset desa.

“Bangunan tersebut merupakan aset hibah dari Pemerintah Kabupaten Blitar kepada Pemerintah Desa Tlogo dan diperuntukkan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih,” kata Samuji, Senin (20/7/2026). Ia merujuk Naskah Perjanjian Hibah Daerah yang ditandatangani pada 24 April 2026. Dokumen itu diteken Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar Khusna Lindarti dan Samuji sebagai penerima hibah.

Klaim aset tersebut tidak mengubah fakta bahwa bangunan masih digunakan oleh SDN Tlogo 2 sebelum dibongkar.

Pihak sekolah mempersoalkan pembongkaran yang dilakukan sebelum pemindahan fungsi perpustakaan, ruang kepala sekolah, dan sanggar tari diselesaikan.

Hingga pertengahan Juli 2026, ribuan buku masih disimpan di ruang kelas dan perpustakaan baru belum berdiri.

Polemik tersebut kembali menjadi sorotan setelah penulis Kalis Mardiasih mengunggah kondisi SDN Tlogo 2 melalui media sosial.

“Mosok yo bersyukur, Rek?” tulis Kalis melalui akun Instagramnya pada Rabu (15/7/2026).

Kalimat tersebut merupakan sindiran yang kurang lebih berarti, “Masak iya harus bersyukur, Rek?”

Pemerintah Kabupaten Blitar belum menjelaskan kapan anggaran ruang pengganti akan disahkan dan pembangunan mulai dilaksanakan.

Belum ada pula kepastian mengenai lokasi penyimpanan permanen bagi koleksi perpustakaan selama pembangunan belum berjalan.

Para siswa sementara hanya mengandalkan pojok baca yang dibuat di masing-masing kelas.

Artikel terkait lainnya