DEMOCRAZY.ID – Pengamat politik Adi Prayitno mengungkapkan skenario yang mungkin terjadi jika Presiden Prabowo Subianto tidak kembali menjadikan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2029.
Menurut Adi, jika keduanya benar-benar pecah kongsi, bukan tidak mungkin Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bersama PSI dan relawan politik akan mendorong Gibran maju sebagai calon presiden untuk berhadapan langsung dengan Prabowo.
“Kalau betul pecah kongsi Prabowo-Gibran tidak jadi duet untuk dua periode, banyak pihak yang menengarai bukan tidak mungkin Jokowi, PSI, dan relawan politiknya akan menyorongkan Gibran sebagai calon presiden yang bisa bersaing dengan Prabowo Subianto,” ungkapnya dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Senin (22/6).
Adi menambahkan, ada yang berpendapat Jokowi bisa mengulang sejarah pertarungan politiknya melawan Prabowo.
“Pak Jokowi dua kali Pilpres memenangkan pertarungan melawan Pak Prabowo Subianto. Jadi ini bisa diulang kembali pertarungan politiknya di 2029,” imbuhnya.
Pengamat politik Adi Prayitno menyampaikan spekulasi mengenai sikap Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) jika Presiden Prabowo Subianto tidak kembali menjadikan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2029.
Menurut Adi, ada kemungkinan Jokowi tetap memilih melanjutkan kerja sama politik dengan mendukung Prabowo, meski tanpa Gibran.
“Mungkin Pak Jokowi itu akan terus bersama dengan Pak Prabowo Subianto sebagai sebuah kerja sama politik yang tidak bisa dipisahkan sekalipun Mas Gibran tidak jadi calon wakil presiden. Ini yang disebut dengan dukungan sekaligus koalisi tanpa syarat,” ungkapnya dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Senin (22/6).
Namun, Adi juga menilai tidak menutup kemungkinan Gibran justru dipersiapkan untuk maju sebagai calon presiden yang berhadapan langsung dengan Prabowo.
‘Tapi banyak juga yang mengatakan bagi Pak Jokowi, bagi PSI dan relawan-relawan politiknya, bukan tidak mungkin Gibran akan dipersiapkan sebagai calon wakil presiden (red. calon presiden) yang bisa head to head dan bisa berhadap-hadapan dan bersaing dengan Pak Prabowo Subianto di 2029,” imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus menyebut Jokowi menginstruksikan PSI untuk mengawal Prabowo–Gibran hingga dua periode.
Pesan itu disampaikan langsung Jokowi saat bertemu di Solo, Kamis (18/6/2026).
“Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja,” kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6).
Sumber: WartaEkonomi