DEMOCRAZY.ID – Pernyataan Juru Bicara (Jubir) Partai Gerindra, Astrio Feligent, soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat sorotan tajam.
Salah satunya datang dari unggahan seorang netizen di media sosial Threads yang menyoroti pernyataan Astrio terkait program MBG.
Poin yang menjadi perhatian adalah pernyataan Astrio mengenai kemungkinan ibu-ibu akan kebingungan jika MBG diberikan dalam bentuk uang tunai.
Ia menyebut, apabila skema tersebut diterapkan, ada kemungkinan sebagian ibu-ibu tidak tahu bagaimana mengelola uang tersebut untuk memenuhi tujuan program.
Pernyataan itulah yang kemudian disorot oleh salah satu pengguna Threads, @mr_abdoellah.
Ia justru mempertanyakan anggapan bahwa ibu-ibu tidak mengetahui cara berbelanja kebutuhan rumah tangga.
“Setelah bahas kompetensi dan moralitas, Astrio bilang ibu-ibu tak tahu cara belanja jika MBG dibagikan dalam bentuk uang tunai,” tulis akun tersebut, dikutip Kamis (11/6/2026).
“Coba sebutkan ibu siapa yang tidak pernah belanja di muka bumi ini? Colek emak-emak Indonesia,” tambahnya.
Sebelumnya, Astrio Feligent mengungkapkan alasan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih diutamakan dalam bentuk makanan dibandingkan uang tunai.
Menurutnya, jika masyarakat menerima uang tunai, mereka dapat mengatur sendiri penggunaannya untuk membeli dan mengolah bahan makanan di rumah.
Namun, Astrio menilai skema tersebut berpotensi menimbulkan penyalahgunaan oleh sebagian orang tua sehingga tujuan program tidak tercapai.
“Pertanyaan kenapa sih kita tidak memberikan cash aja? Bukannya kita suuzan bahwa ibu-ibu nanti tidak tahu cara membelanjakannya, nanti justru spending money-nya untuk hal-hal yang tidak produktif seperti judol, seperti rokok dan sebagainya,” katanya, dikutip dari YouTube CNN Indonesia.
“Tetapi yang lebih diutamakan adalah kenapa sih program ini dibentuk dalam program MBG? Karena itu supaya program ini targeted sesuai dengan visi awalnya,” tuturnya.
ketika jubir mbgerindra kena skakmat pic.twitter.com/tI7uPuj1ue
— Joel Picard (@sociotalker) June 6, 2026
Sumber: Fajar