DEMOCRAZY.ID – Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi resmi mengumumkan daftar pemenang penghargaan “Labbaitom” atas keunggulan dalam memberikan layanan kepada jemaah haji.
Pengumuman ini disampaikan pada acara tahunan Khatama Musk di Mekkah, Sabtu (30/5) yang dihadiri langsung oleh Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah, beserta sejumlah pejabat dan perwakilan kantor urusan haji dari berbagai negara.
Acara ini memberikan pengakuan kepada berbagai entitas, maskapai, dan individu yang dinilai luar biasa dalam melayani tamu Allah pada musim haji 1447 H.
Indonesia yang memegang status sebagai negara dengan kuota jemaah haji terbesar di dunia, justru harus gigit jari. Nama Indonesia luput dari seluruh kategori.
Berdasarkan pengumuman resmi, berikut adalah rincian negara penerima penghargaan pengelolaan haji:
Penghargaan Outstanding Carriers (Maskapai Luar Biasa) diberikan berdasarkan volume penerbangan dalam mengangkut jemaah:
Excellence in Communication Award: Diberikan kepada perwakilan dari Turki, Kosovo, India, Ethiopia, Pakistan, dan Tajikistan sebagai pengakuan atas upaya mereka dalam meningkatkan komunikasi dan layanan bagi jemaah.
Khusus bagi pengurusan haji Malaysia, tahun ini menandai kali kelima berturut-turut negara tersebut menerima Anugerah Labbaitom. Menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia, Dr. Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa penghargaan tertinggi (Diamond Award) ini adalah bukti tata kelola yang baik dari Lembaga Tabung Haji (TH) serta kolaborasi dengan petugas kesehatan dan kebajikan.
Dr. Zulkifli menyoroti bahwa kekuatan utama pengurusan haji Malaysia adalah integrasi pendekatan konvensional dengan teknologi modern.
“Tabung Haji bukan sahaja menggunakan pendekatan tradisional, tetapi juga mengintegrasikan teknologi seperti Kecerdasan Buatan (AI) dan aplikasi digital termasuk e-TAIB yang membantu menjawab pertanyaan jemaah secara real-time,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa inisiatif Green Hajj, kampanye kebersihan, dan rutinitas evaluasi pasca-musim (post-mortem) menjadi kunci konsistensi layanan mereka.
Sebagai langkah proaktif, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi juga menyerahkan dokumen pengaturan awal kepada Kantor-kantor Urusan Haji di acara tersebut.
Penyerahan ini menandai dimulainya persiapan untuk musim haji 1448 H, yang bertujuan agar penyelesaian kontrak, prosedur organisasi, dan layanan dapat dilakukan lebih awal.
Dr. Tawfiq Al-Rabiah menegaskan bahwa kesuksesan operasional haji tahun ini terwujud berkat dukungan kepemimpinan Arab Saudi dan integrasi seluruh entitas di bawah Komite Tinggi Haji, yang selaras dengan tujuan Visi Kerajaan 2030.
Sumber: Inilah