Logika Terbalik Penguasa: Mengapa Urusan Pahala Disebut ‘Sapi Prabowo’, Tapi Urusan Utang Jadi ‘Beban Negara’?

Hari-hari ini,

Ada 1000 lebih sapi Presiden Prabowo yang dibagi-bagikan. Gede sapinya, dahsyat memang. Jadi tontonan, takjub rakyat awam. Bahkan takmir masjid pun bersorak tanpa tahu hakikat sapi-sapi ini.

Lantas, apakah 1000 sapi ini dari duit Presiden Prabowo? Nggak. Pakai APBN, total 100 miliar dihabiskan buat beli sapi-sapi ini. Disebar ke berbagai tempat.

Asyik banget memang pencitraan begini pakai duit rakyat. Rakyat jelata yang polos-polos akan bersorak deh. Dia tidak tahu, itu duit negara. Giliran bagi-bagi sapi pakai nama “sapi presiden”, giliran utang 10.000 triliun, nyebutnya “utang negara”.

Buat takmir masjid, jika kalian terima sapi-sapi model begini, maka tanyakan dengan jelas: duit pribadi pejabat atau APBN/APBD. Termasuk saat bupati, gubernur, pejabat-pejabat lokal berkurban. Karena nyembelih kurban itu harus jelas sumber duitnya dan siapa yang berkurban.

(Tere Liye)

Artikel terkait lainnya